Lombok Timur (Inside Lombok) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Selong memperketat pengawasan selama Ramadan dengan menggelar razia dan tes urine bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) serta petugas. Hal itu sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Razia dilakukan di Blok Selaparang, khususnya di Kamar 11 dan 12, dengan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP). Turut serta dalam kegiatan ini, Kasi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, serta regu pengamanan malam. Setiap sudut kamar dan barang milik WBP diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dapat mengganggu stabilitas di dalam Lapas.
Selain pemeriksaan fisik, tes urine juga dilakukan terhadap sejumlah WBP dan petugas yang dipilih secara acak. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi adanya potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas. Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif, menandakan tidak adanya indikasi penggunaan zat terlarang.
Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Ahmad Sihabudin, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menjaga ketertiban, terutama di bulan Ramadan.
“Kami terus berupaya memastikan Lapas Selong bebas dari barang terlarang dan menjaga lingkungan yang kondusif. Razia dan tes urine ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak ada gangguan keamanan selama Ramadhan,” ujarnya.
Dengan adanya langkah-langkah pengamanan ini, pihak Lapas berharap dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh WBP. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas di dalam Lapas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar. (den)

