Mataram (Inside Lombok) – Perbaikan bangunan Islamic Center sebagai salah satu ikon di NTB sampai saat ini masih belum rampung. Pemasangan lift yang belum dilakukan hingga masih ada kerusakan kecil yang juga belum diperbaiki seperti kebocoran pun menjadi atensi dewan.
Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim meminta pihak Dinas PUPR NTB mengambil langkah tegas terhadap kontraktor perbaikan Islamic center. Bahkan Dinas PUPR NTB diminta segera memutus kontrak pihak ketiga yang mengerjakan proyek rehabilitasi Islamic Center (IC).
Saran itu disampaikan setelah melihat progres proyek rehabilitasi IC kembali molor hingga melewati batas waktu adendum yang telah ditentukan. “Ini juga simbol NTB maka saya minta Dinas PUPR segera memanggil kontraktornya itu. Dari kemarin saya minta di putus saja kontraknya itu,” katanya.
Dengan keterlambatan penyelesaian proyek rehab IC ini, otomatis sangat berdampak pada aktivitas masyarakat. Apalagi pada bulan puasa ini, Islamic Center biasanya dijadikan sebagai pusat pelaksanaan ibadah oleh masyarakat. “Khusus Islamic center karena ini bulan Ramadan ini sangat mengganggu pelaksanaan ibadah masyarakat yang datang,” katanya.
Dengan belum rampungnya renovasi dari IC tersebut, dikhawatirkan akan berdampak terhadap kenyamanan dan kelancaran masyarakat untuk beribadah. Dengan kondisi tersebut pihaknya meminta dan mendesak kepada Dinas PUPR untuk segera memutus kontrak pihak kontraktor yang mengerjakan proyek renovasi IC tersebut. “Dari kemarin saya minta diputus saja kontraknya kalau sampai hari ini belum selesai,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini masih ada pengecatan yang dilakukan oleh pekerja. Selain itu dua unit lift juga belum datang yang informasinya dikirim dari China. “Itu baru 70 persenan-lah itu. Ini kan PUPR harus bertanggung jawab atas keterlambatan ini,” ujarnya.
Hamdan juga tidak yakin bisa rampung dalam waktu dekat ini. Apalagi dengan kondisi ini banyak yang belum terselesaikan. “Saya tidak yakin kalau bisa selesai pertengahan bulan ini. Karena liftnya juga masih di China,” katanya.
Dinas PUPR harus segera mengambil sikap dengan kondisi perbaikan yang masih belum selesai. Karena kondisi sekarang disebut sangat mengganggu pelaksanaan ibadah. “Itu sangat mengganggu maka saya minta Dinas PUPR harus segera bersikap,” ujarnya.
Pemanggilan Dinas PUPR NTB untuk menjelaskan persoalan yang terjadi juga sudah dilakukan. Hanya saja hingga sekarang belum ada perubahan dan ia mempertanyakan keseriusan OPD tersebut. “Sudah kita panggil dan sudah bicara langsung. Tapi ada apa dengan Dinas PUPR ini. Karena tidak saja Islamic Center tapi juga rumah sakit mandalika. Itu juga masih belum selesai. Kalau ini wanprestasi,” tegasnya. (azm)

