Lombok Utara (Inside Lombok) – Pembangunan alun-alun serba guna di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat dukungan penuh dari DPRD setempat. Pasalnya pembangunan alun-alun ini menjadi hal yang dinantikan oleh masyarakat. Karena taman ini tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai wadah kegiatan formal yang dapat menggambarkan kemajuan daerah.
Keberhasilan proyek ini diakui sangat bergantung pada eksekusi teknis yang tepat. Untuk itu DPRD KLU akan terus mengawal agar proyek tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan harapan masyarakat. “Kami berharap eksekusi pembangunan taman ini tidak asal-asalan. Kita semua ingin taman ini bertahan lama dan tidak cepat rusak. Pembangunan taman ini harus dilakukan dengan kualitas terbaik,” ujar Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, Selasa (11/3).
Lebih lanjut, alun-alun ini dirancang untuk serba guna. Selain bisa digunakan untuk kegiatan formal, juga bisa menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat. Pihaknya sangat mendukung pembangunan taman ini, karena itu bisa menjadi simbol perubahan dan kemajuan di KLU.
“Pada prinsipnya kami di DPRD sangat mendukung, memang kita di Lombok Utara ini harus punya taman atau ikon, dan kita harus terus pada perubahan. Karena sebagai simbol ada perubahan kita di KLU,” terangnya
Kemudian perihal desain taman tersebut yang semula menyertakan tugu atau bundaran di tengah alun-alun. Namun, berdasarkan masukan dari Bupati KLU, konsep tersebut akan sedikit dimodifikasi. Mengingat, kegunaan alun-alun ini digunakan untuk dalam kegiatan formal maupun non formal.
“Awalnya ada rencana untuk menempatkan tugu gempa di tengah, tetapi setelah diskusi lebih lanjut, disarankan untuk memindahkannya ke samping agar tidak mengganggu aktivitas di taman, terutama ketika ada acara-acara besar,” ungkapnya.
Di sisi lain, terkait dengan keberadaan lapak atau area pedagang yang sering menjadi topik pembahasan, Agus menuturkan bahwa pihaknya sedang mencari solusi terbaik. Beberapa lokasi potensial untuk lapak pedagang seperti rumah sakit dan eks terminal sedang dibahas, namun masih dalam tahap perencanaan. “Kami terus berupaya mencari solusi terbaik agar pembangunan taman ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung sektor ekonomi lokal,” demikian. (dpi)

