26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBPolisi Atensi Ketidaksesuaian Takaran Minyakita di NTB, Pengawasan Terus Berlanjut

Polisi Atensi Ketidaksesuaian Takaran Minyakita di NTB, Pengawasan Terus Berlanjut

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah dan pihak kepolisian di NTB telah melakukan serangkaian pengawasan terhadap peredaran minyak goreng kemasan Minyakita di sejumlah pasar tradisional. Hasil pengecekan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara takaran yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah minyak yang sebenarnya.

Temuan ini mengungkapkan sejumlah produk Minyakita mengandung minyak yang kurang dari yang tercantum pada label, terutama pada kemasan dengan kapasitas satu liter. Dirreskrimum Polda NTB, Kombespol Idham Mahdi mengatakan meskipun ada temuan ketidaksesuaian takaran, pihaknya tidak melakukan penarikan produk dari pasar untuk menghindari terjadinya kelangkaan minyak yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Kami tidak melakukan penarikan untuk menghindari kelangkaan dan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi,” ujar Idham, Kamis (13/3). Meskipun demikian, ia menegaskan pengawasan terhadap produk ini akan terus dilakukan, dengan pengambilan sampel produk yang selanjutnya akan dikirimkan ke Mabes Polri untuk dilakukan analisis lebih lanjut.

Selain itu, Idham menambahkan pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendalam secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan bahwa distribusi dan harga minyak goreng kemasan Minyakita tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pihak kepolisian juga menekankan bahwa harga jual Minyakita di pasar tidak boleh melebihi harga eceran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Kami akan terus memantau peredaran Minyakita dan memastikan bahwa hak konsumen tetap terjaga,” tambah Idham.

Pengecekan ini menjadi bagian dari upaya aparat kepolisian dan instansi terkait untuk menjaga kestabilan harga pangan, terutama minyak goreng, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Pemerintah telah berkomitmen untuk menjaga pasokan dan harga minyak goreng agar tetap terjangkau bagi masyarakat, apalagi menjelang bulan Ramadan. Pengawasan yang ketat juga bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kecurangan yang merugikan konsumen di pasar. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer