Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi warga miskin ekstrem. Bupati Lotim, Haerul Warisin meminta Dinas Kesehatan untuk membuat terobosan agar kelompok ini mendapatkan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan di fasilitas terdekat.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi masyarakat yang paling membutuhkan. Dalam arahannya kepada pejabat di lingkungan Pemkab Lotim, Haerul menegaskan peningkatan kualitas layanan kesehatan harus menjadi perhatian utama. Salah satu masalah yang disorotinya adalah masih banyaknya warga miskin ekstrem di Lotim yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Sebagai solusi, Haerul mengusulkan pemberian tanda khusus bagi peserta BPJS Kesehatan dari kelompok miskin ekstrem. Tanda ini akan membedakan mereka dari peserta lainnya, sehingga mereka bisa mendapatkan layanan lebih cepat dan tanpa hambatan di fasilitas kesehatan.
“Dengan adanya tanda khusus, tenaga medis dan fasilitas kesehatan dapat dengan mudah mengidentifikasi warga miskin ekstrem dan memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan maksimal,” ujar Haerul, Kamis (13/02/2025).
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan, termasuk penerapan etika pelayanan yang baik seperti bersikap ramah, sabar, dan bertanggung jawab. Ia berharap, dengan akses kesehatan yang lebih merata dan berkualitas, kesenjangan sosial dapat berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini terdapat sekitar 33 ribu warga miskin ekstrem di Lombok Timur, serta 150 ribu warga yang masuk dalam kategori miskin biasa. Meski angka kemiskinan menunjukkan penurunan dalam dua tahun terakhir, Pemkab menilai upaya ini harus dibarengi dengan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.
Dengan kebijakan ini, Pemkab Lotim berharap seluruh warga, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, dapat merasakan layanan kesehatan yang optimal dan tidak mengalami kendala dalam mendapatkan pengobatan. (den)

