Mataram (Inside Lombok) – Walikota Mataram, Mohan Roliskana memberikan sinyal untuk melakukan pergeseran posisi jabatan lingkup Pemkot Mataram. Pasalnya, jika satu jabatan diisi dengan waktu yang cukup lama disebut tidak baik.
“Tidak boleh berada di satu tempat terlalu lama lah. Kalau terlalu lama potensi terjadi pelanggaran maladministrasi itu bisa berpengaruh,” ujar Mohan. Menurutnya, pergeseran jabatan ini juga bertujuan untuk melakukan penyegaran. Karena masih ada yang menduduki satu jabatan lebih dari enam tahun. “Penyegaran ini kita butuhkan di organisasi,” katanya.
Sebelumnya, Walikota Mataram sudah menggeser posisi tiga pejabat lingkup Pemkot Mataram. Rotasi ini dilakukan juga untuk mengisi jabatan yang kosong. Tiga pejabat tersebut yaitu Kepala Bappeda Muhammad Ramayoga dipindah ke Badan Keuangan Daerah (BKD). Kepala Dinas Perdagangan Uun Pujianto dipindah menjadi Sekretaris Dewan yang selama ini juga kosong.
Selain itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida), Mansur digeser Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram. Pergeseran ini juga tegas Mohan dilakukan karena kebutuhan. Pasalnya, sejumlah OPD lingkup Pemkot Mataram masih kosong. Selain kebutuhan, hal ini juga disesuaikan dengan kapasitas SDM yang ada.
“Disamping kebutuhan ini juga disesuaikan dengan kualitas SDM juga. Jadi bukan hanya pergeseran-pergeseran tetapi juga kapasitas SDM juga,” katanya. Rotasi jabatan ini kata Mohan akan dilakukan pasca lebaran. “Ya nanti setelah lebaran,” lanjut Mohan.
Di sisi lain, Pemkot Mataram juga sudah berwacana untuk melakukan merger sebanyak enam organisasi perangkat daerah (OPD). Namun hal ini akan dipelajari terlebih dahulu dampak positif dan negatifnya terhadap pembangunan di Kota Mataram. “Kita pelajari plus minusnya ya. Ini kita sudah usulkan untuk merger. Merger itu penggabungan OPD, jadi bukan dihapus,” tegasnya. (azm)

