Mataram (Inside Lombok) – Pusat-pusat perbelanjaan di Kota Mataram mulai dipadati pengunjung, khususnya toko pakaian. Masyarakat yang membeli tidak hanya warga Kota Mataram, melainkan dari kabupaten lain di NTB.
Melihat kondisi tersebut, pengamanan dan pengawasan harus dimaksimalkan. Apalagi, kunjungan meningkat drastis ketika malam hari. Asisten I Setda Pemkot Mataram, Lalu Martawang mengatakan titik tersebut menjadi atensi khusus pemerintah untuk mendapatkan pengamanan. “Menjadi atensi dari TNI/Polri dan tentu dari pihak kita di pemerintah Kota Mataram,” ujarnya.
Dicontohkan, beberapa toko pakaian dipadati pengunjung sehingga parkir kendaraan menggunakan badan jalan. Hal ini berdampak pada terjadinya kemacetan pada spot tersebut dan harus menjadi perhatian.
“Dinas Perhubungan mengantisipasi dengan menyiapkan personel sedemikian rupa. Kalau tahun lalu itu karyawan toko jangan parkir di sana, tapi ada lokasi lain khusus untuk karyawan, sehingga tidak menambah jumlah kendaraan di lokasi parkir,” katanya.
Selain persoalan kelancaran arus lalu lintas, Pemkot Mataram juga memperhatikan keamanan di semua pusat keramaian tersebut. Karena jangan sampai di pusat keramaian tersebut terjadi tindakan pencurian. “Ini yang menjadi permintaan dari pemilik toko untuk bisa di-back up untuk itu,” katanya.
Pemkot Mataram meminta agar masing-masing pertokoan memaksimalkan pemasangan CCTV. Sehingga aktivitas pengunjung bisa terpantau dengan jelas dan menghindari adanya tindakan pencurian. “Perkuat pengamanan oleh masing-masing pertokoan. Satpam mereka juga harus dioptimalisasikan juga fungsinya dan diatur sedemikian rupa in dan out-nya,” ujarnya.
Sebagai pusat perdagangan dan jasa di NTB, pengunjung yang datang ke Kota Mataram disebutnya sampai berasal dari Pulau Sumbawa. Oleh karena itu, Pemkot Mataram memberikan pelayanan agar pengunjung merasa lebih aman. “Jadi semua orang merasa aman dan nyaman,” ungkapnya. (azm)

