Mataram (Inside Lombok) – Akhir Maret 2025 mendatang dua pawai besar akan dilaksanakan dalam waktu yang berdekatan di Kota Mataram, yaitu pawai ogoh-ogoh dan pawai takbiran. Mengantisipasi potensi tumpukan sampah dari dua pawai itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mulai mengatur pola petugas kebersihan selama kegiatan berlangsung.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan nantinya petugas kebersihan akan menyisir sampah yang ada selama pelaksanaan kegiatan meski belum selesai. “Ini memang agak berat juga bagi teman-teman DLH. Apalagi situasinya juga sedang berpuasa. Tapi skemanya sama petugas itu ada di belakang peserta pawai. Sampah yang jatuh langsung disisir,” katanya.
Pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi akan dilaksanakan pada 28 Maret 2025. Biasanya pelaksanaan pawai ogoh-ogoh ini dari siang hingga sore hari. Sedangkan pawai takbiran akan dilaksanakan pada malam hari. Karenanya, pembersihan sampah ini akan dimaksimalkan hingga pukul 03.00 Wita, sehingga pada pagi harinya petugas kebersihan bisa berlebaran.
“Takbiran itu di malam berikutnya. Untuk pawai takbiran kita maksimalkan sampai 03.00 Wita,” katanya. Biasanya volume sampah yang dihasilkan setiap pelaksanaan pawai yaitu mencapai 4 ton. “Kalau bersamaan ini ya hitunglah,” lanjut Denny.
Petugas kebersihan yang akan ditempatkan nantinya juga dari wilayah lain. Artinya, petugas sampah yang ada selama pawai juga dari wilayah lain untuk memaksimalkan kebersihannya. Jumlah personil yang disiagakan yaitu mencapai 50 orang. “Yang kurang volume sampah. Nanti kita alihkan ke lokasi acara dan bukan petugas dari Cakranegara,” katanya.
Untuk mengurangi jumlah sampah yang tercecer, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram akan membagikan kantong kuning kepada peserta pawai. Sampah yang dihasilkan nantinya bisa langsung dikumpulkan di wadah yang diberikan. “Itu sekarang masih dan nanti juga kita bagikan pada saat ogoh-ogoh,” katanya. (azm)

