Mataram (Inside Lombok) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pengentasan kemiskinan merupakan salah satu prioritas utama pemerintah dalam lima tahun ke depan. Terkait hal itu, ia pun memandang pengelolaan zakat yang baik dapat menjadi salah satu katalisator pengentasan kemiskinan itu.
“Pengentasan kemiskinan akan menjadi fokus utama dalam lima tahun ke depan, dan saya yakin ini juga merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin sebelumnya,” ungkap Iqbal saat menghadiri acara NTB Berzakat yang diselenggarakan di Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (20/3).
“Zakat yang disalurkan harus mampu mengubah mustahik menjadi muzakki,” tambahnya, menggarisbawahi bahwa tujuan zakat bukan hanya memberi bantuan, tetapi juga mengangkat kemampuan ekonomi penerima zakat untuk memberi kembali kepada masyarakat.
Selain itu, Iqbal menyebutkan empat pilar penting yang harus bersinergi dalam pelaksanaan kerja sosial umat, yakni Pemerintah Provinsi NTB, Kanwil Kementerian Agama, BAZNAS, dan forum Corporate Social Responsibility (CSR). Ia juga mengungkapkan potensi besar zakat di NTB, mengingat Indonesia memiliki reputasi sebagai negara dengan tingkat kedermawanan yang sangat tinggi di dunia.
Pada acara tersebut, Iqbal dan Dinda secara simbolis menyerahkan bantuan produktif kepada penerima manfaat. Bantuan yang diberikan antara lain adalah santunan untuk Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemerintah Provinsi NTB sebesar Rp300.000, bantuan untuk mualaf senilai Rp3.000.000, serta dana penelitian untuk mahasiswa: Rp1.000.000 untuk S1, Rp2.000.000 untuk S2, dan Rp3.000.000 untuk S3. Selain itu, terdapat juga insentif bagi guru TPQ dengan nominal Rp2.000.000 hingga Rp3.000.000, bantuan usaha produktif binaan BAZNAS sebesar Rp8.000.000, serta gerobak usaha. (gil)

