Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) bakal menertibkan keberadaan pengemis, badut dan manusia silver yang muncul di lampu merah. Keberadaan pengemis tersebut dinilai mengganggu aktivitas pengendara yang sedang dan melintas.
Kepala Dinas Sosial Loteng, Masnun mengatakan pihaknya perlu melakukan koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) supaya mendampingi untuk melakukan penertiban. “Saat ini belum ada yang kita amankan, kita hanya masih memberikan sebatas teguran saja,” ujarnya, Kamis (20/3) di Praya.
Pihaknya berencana segera melakukan koordinasi dengan Satpol PP. Pihaknya akan membawa pengemis maupun badut yang sekiranya mengganggu pengendara. “Sekiranya itu bisa mengganggu pengendara, kita akan angkut dan akan interogasi di Kantor Satpol PP,” imbuhnya.
Dijelaskan, beberapa waktu lalu yang pihaknya sudah mengamankan pengemis yang membawa anak yang berasal dari luar Loteng “Kemarin kita sudah amankan satu yang membawa anaknya, ternyata dia bukan dari Loteng,” terangnya.
Setelah dilakukan penangkapan kepada pengemis, pihaknya akan melakukan panggilan kepada Pemerintah setempat, seperti kepala desa. “Kita akan panggil Kepala Desa atau Kepala Dusun untuk menjemput di bawa pulang jika sudah teridentifikasi,” tandasnya. (fhr)

