Lombok Utara (Inside Lombok) – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kusmalahadi Syamsuri mengatakan sampai saat ini ada tiga tantangan utama yang dihadapi kabupaten tersebut untuk maju. Kolaborasi dan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, kemudian menjadi kunci untuk memajukan daerah Tioq Tata Tunaq tersebut.
“Kita masih memiliki tiga tantangan utama yang harus kita atasi bersama, yaitu kemiskinan, stunting, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kusmalahadi saat menghadiri penutupan Safari Ramadan Pemda KLU di Masjid Al Badrussalam Selesos, Gangga.
Lebih lanjut, beberapa upaya dan ikhtiar tengah dilakukan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan angka stunting di KLU. Diakui, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Maka dari itu perlu kehadiran masyarakat untuk terus mendukung program-program pemerintah demi kesejahteraan bersama.
“Mari kita satukan tekad, bahu-membahu, dan saling mendukung. Dengan kebersamaan, kita pasti bisa mengatasi tantangan ini dan membawa Lombok Utara menuju masa depan yang lebih gemilang,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan Pemerintah Desa Selelos menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan infrastruktur yang memadai, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian desa.
Wakil Bupati menyambut baik aspirasi tersebut dan berjanji akan menindaklanjutinya. Terlebih infrastruktur merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami memahami betul harapan masyarakat terkait infrastruktur. Infrastruktur adalah bagian dari visi dan misi kami. Namun, kami juga harus bijak dalam mengelola keuangan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Gangga, Mahzan Zohdi menyampaikan bahwa Desa Selelos sebagai desa baru hasil dari pemekaran Desa Bentek. Bahkan Desa terkenal juga dengan hasil sumber daya alam yang luar biasa seperti kopi, cengkeh dan durian serta lainnya. Hanya saja masih terkendala dengan infrastruktur yang belum mendukung, sehingga perlu ada dukungan untuk itu dari pemerintah.
“Infrastruktur yang berada di desa selelos masih sangat kurang salah satunya akses jalan untuk memudahkan pengiriman hasil perkebunan, semoga dengan adanya silaturahmi ini menjadi atensi untuk Pemda,” imbuhnya. (dpi)

