Lombok Utara (Inside Lombok) – Kondisi cuaca buruk belakangan ini berdampak signifikan pada aktivitas nelayan, tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Akibatnya, banyak dari mereka terpaksa tidak bisa melaut dan berujung pada kesulitan ekonomi. Sebagai upaya meringankan beban para nelayan yang terdampak, Pemda KLU bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan penyaluran bantuan kepada para nelayan yang tidak bisa melaut karena kondisi cuaca ini akan diberikan secara bertahap. Pada tahap pertama ini menyasar tujuh desa di Kecamatan Bayan, yaitu Desa Anyar, Sukadana, Andalan, Akar-Akar, Mumbulsari, Loloan, dan Sambik Elen. “Harapannya bantuan yang diberikan ini bermanfaat, meskipun jumlahnya tidak banyak. Bantuannya berupa beras, beras dari stok CPP,” ujarnya, Senin (24/3).
Pemberian bantuan dengan beras CPP ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan. Apalagi sekarang di bulan puasa, biasanya kebutuhan masyarakat akan bahan pangan cukup tinggi. “Kami akan terus berupaya membantu masyarakat, terutama mereka yang terdampak bencana atau kondisi cuaca ekstrem. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi para nelayan,” imbuhnya.
Ditambahkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi mengatakan kondisi cuaca ekstrem ini tidak hanya terjadi di KLU, tetapi di seluruh Indonesia. Pihaknya memberikan bantuan beras pun diambil dari CPP yang memang disiapkan untuk mengantisipasi kondisi seperti ini.
Lebih lanjut, saat ini KLU menjadi satu-satunya daerah di NTB yang memberikan bantuan khusus kepada nelayan. Data pihaknya, di KLU ada 22 desa dengan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Sehingga jumlah penerimanfaat sekitar ribuan orang.
“Total penerima manfaat mencapai 2.094 KK. Untuk Kecamatan Bayan sendiri, ada 511 KK yang menerima bantuan, dengan rincian 118 KK di Desa Anyar dan 196 KK di Desa Sukadana. Sisanya tersebar di lima desa lainnya. Setiap KK menerima 10 kg beras,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukadana, Zulrahman mengungkapkan desanya memiliki jumlah nelayan terbanyak kedua di KLU setelah Desa Malaka. Dengan adanya bantuan yang diberikan pemerintah ini diharapkan terus berlanjut kedepannya, terutama ketika kondisi cuaca buruk menimpa para nelayan. “Di Desa Sukadana, ada 196 kepala keluarga (KK) nelayan yang tersebar di tujuh dusun. Mereka semua menerima bantuan ini. Kami sangat mengapresiasi bantuan diberikan,” ujarnya. (dpi)

