Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengimbau warganya untuk melaporkan diri sebelum melakukan perjalanan mudik. Imbauan ini untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban selama mudik lebaran.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Irwan Rahadi mengatakan masyarakat bisa langsung melaporkan diri ke perangkat paling bawah, misalnya tingkat RT, lingkungan atau di tingkat kelurahan. “Itu yang kita arahkan lapor diri jika pulang mudik. Sehingga jelas orang yang diberikan kepercayaan untuk memantau rumahnya,” katanya.
Dari pelaporan tersebut, maka akan memudahkan petugas untuk melakukan pendataan. Sehingga petugas lebih mudah melakukan pengawasan untuk memastikan keamanan rumah saat ditinggal mudik keluar daerah. Pelaporan ini juga akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di Kota Mataram. “Intinya kita ingin memudahkan pengawasan nanti saat mudik lebaran,” katanya.
Pihak Lurah diminta berkomunikasi dengan seluruh Ketua RT dan Kepala Lingkungan yang ada di kawasannya untuk menyiapkan regulasi pengamanan mandiri. Menurutnya, rumah-rumah yang rawan yaitu di kawasan yang tidak terpantau.
Sebelum meninggalkan rumah untuk mudik lebaran, warga harus memperhatikan beberapa hal penting. Seperti mematikan instalasi listrik yang bisa berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran. Tabung gas elpiji jangan sampai dibiarkan terpasang ketika ditinggalkan mudik lebaran. Tidak itu saja, instalasi air PDAM untuk dimatikan. “Termasuk instalasi air PDAM, karena namanya libur itu kan aktivitas melemah. Otomatis debit jadi lebih keras dan kencang itu rawan. Itu kita ingatkan dimatikan,”ujarnya.
Untuk di areal perumahan, Satpol PP akan melakukan patroli khusus. Yaitu di lokasi yang tergolong rawan karena mengacu pada kasus dan kejadian tahun-tahun sebelumnya. Beberapa perumahan yang diatensi antara lain di daerah Pagutan, Jempong. Lalu di bagian utara di Rembiga. ” Nanti kita akan gelar patroli khusus di perumahan ya untuk memastikan semuanya aman,” jelasnya.
Petugas juga akan mendata warga luar daerah yang datang ke Mataram. Untuk itu pada setiap perumahan juga diharapkan mendata pendatang yang datang ke wilayahnya. “Perumahan ini memang sejak jauh hari memang mempersiapkan seperti itu,” katanya. (azm)

