26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaDaerahNTBKomisi IV DPRD NTB Pastikan Kesiapan Infrastruktur Arus Mudik Lebaran

Komisi IV DPRD NTB Pastikan Kesiapan Infrastruktur Arus Mudik Lebaran

Mataram (Inside Lombok) – Guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik, Komisi IV DPRD NTB memantau rute penyebrangan. Sidak yang dilakukan untuk memastikan transportasi yang beroperasi sudah sesuai standar dan para pemudik bisa selamat sampai tujuan.

Ketua Komisi IV DPRD NTB, Hamdan Kasim mengatakan beberapa pusat arus mudik yang sudah dikunjungi yaitu Terminal Mandalika dan Pelabuhan Lembar. Beberapa temuan di lapangan, kondisi kapal yang beroperasi masih standar. Meski demikian, komponen dalam kapal tersebut juga harus dipastikan sudah memenuhi standar.

“Kemarin saya lihat kapal itu salah satu komponen yang menurut saya bagian yang penting di dalam kapal itu soal fire system. Untuk pemadam kebakaran. Saya melihat itu harus diganti. Kita simulasi demo sebentar kemarin, airnya tidak terlalu keluar,” katanya.

Sementara untuk fasilitas yang lain sejauh ini disebut tidak ada masalah. Hanya, Hamdan menyoroti kebersihan di dalam kapal tersebut yang memerlukan perhatian untuk memberikan kenyaman kepada penumpang.

“Soal yang lain yaitu kebersihan, dari kebersihan kapal di dalamnya masih kurang, dan perlu ditingkatkan. Karena berkaitan dengan kenyamanan penumpang juga. Penumpang capek, lebih-lebih perjalanan ini 4-5 jam. Kalau tidak bersih kan penumpang bisa jadi kurang nyaman,” katanya.

Sementara terkait dengan usia kapal ada yang sudah tua, Hamdan tidak menampikkannya. Karena kapal yang diperiksa tahun pembuatannya yaitu pada tahun 1984. Meski demikian, kapal yang beroperasi bukan hanya dilihat dari tua atau tidaknya melainkan dari perawatan yang sudah dilakukan.

“Kapal yang saya periksa kemarin kapal buatan tahun 1984, tapi ada kapal di sebelahnya yang lebih tua lagi, tapi saya tidak ke sana. Sebenarnya, kapal ini bukan soal tua dan mudanya. Tapi kita bisa lihat dari kalau di kesehatan itu rekam medik lah,” katanya.

Ia menjelaskan, ada empat mekanisme yang harus dilakukan untuk memastikan kapal bisa disebut layak beroperasi misalnya cek tahunan. Selain itu, intermediate survey dalam kurun waktu 2-3 tahun untuk melihat isi dalam kapal tersebut. “Tujuannya untuk memastikan kapal itu layak beroperasi atau tidak,” katanya.

Pemeriksaan yang lain seperti renewal survey. Tahapan ini merupakan semacam uji kelayakan setiap lima tahun atau tes klasifikasi selama lima tahun itu. “Kalau itu tidak lulus tidak boleh berlayar kapal itu,” tegasnya.

Terakhir yaitu spesialis Survey merupakan survei khusus atau pengecekan khusus terhadap kapal. “Semua dicek dari A-Z. Apabila kapal tidak lulus cek, kapal itu bukan tidak sekadar bisa berlayar, tapi dihapus dari peredaran. Atau di blacklist,” Tegan Politisi Golkar ini.

Diterangkan, setiap tahapan ada sertifikatnya. Artinya, meksi kapal tersebut terbilang tua namun jika lolos dari hasil pemeriksaan ini maka masih tetap bisa beroperasi. “Sepanjang kapal itu memiliki sertifikasi, mau tua tidak masalah beroperasi. Kalau tidak punya sertifikat pemeliharaan itu, yang muda juga bisa menjadi masalah di tengah jalan. Apalagi kapal tua yang tidak bersertifikat tambah bahaya,” katanya.

Hamdan berencana untuk kembali sidak jalur arus mudik seperti di Pelabuhan Kayangan Lombok Timur. Selain itu, berencana kembali lagi ke Pelabuhan Lembar untuk memeriksa secara keseluruhan fasilitas yang ada di Pelabuhan tersebut. “Saya ada rencana mau ngecek sekali lagi di sana, supaya saya bisa cek semuanya secara keseluruhan. Rencana besok rabu ini. Mudahan cukup waktunya. Karena besok kita mau ke kayangan,” tutupnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer