Lombok Timur (Inside Lombok) – Guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga beras pada bulan Ramadan dan jelang Idulfitri, pihak Bulog Lombok Timur (Lotim) bekerjasama dengan Dinas Perdagangan melaksanakan operasi pasar dengan menjual beras di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Operasi pasar ini dilakukan di pasar-pasar yang ada di Lotim.
Kepala Cabang Bulog Lotim, Supermansyah mengatakan pihaknya telah melakukan operasi pasar sejak pekan pertama Ramadan. “Kita rutin lakukan operasi pasar sejak tanggal 4 Maret lalu, ini untuk menekan harga beras di bulan Ramadan ini,” ucapnya, Rabu (26/03/2025).
Operasi pasar yang dilaksanakan bersama Dinas Perdagangan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan harga. Dikatakan Supermansyah, perlu diketahui faktor cuaca juga dapat mempengaruhi harga sebab lamanya gabah dilakukan proses pengeringan. “Cuaca juga akan berpengaruh terhadap harga beras,” katanya.
Dalam operasi pasar tersebut, Bulog dan Dinas Perdagangan menjual beras di bawah HET yakni Rp11.400 per kilogramnya. Sementara untuk HET saat ini masih berkisar pada angka Rp12.500. “Untuk harga kita tawarkan di bawah HET dengan jumlah beras yang kita alokasikan pada Ramadan ini yakni sebanyak 580 ton,” pungkasnya. (den)

