Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sampai April 2025 mendatang, target penyerapan gabah petani oleh BULOG di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sebanyak 68 ribu ton. Kendati, realisasi target itu sampai saat ini belum mencapai setengahnya.
Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Loteng, Zainal Arifin mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada 2025 ini adalah Rp6.500 per kilogram atau Rp650 ribu satu kwintal. “Dalam proses penyerapan itu tentu ada kendala di tingkat lapangan terutama saat ini musim hujan,” ujarnya, Rabu (26/3).
Dijelaskan, BULOG membeli gabah dengan harga yang sudah ditentukan itu dalam kondisi apapun yang terpenting gabah sudah berada di pinggir jalan dan sudah di dalam karung. “Ternyata tidak segampang itu penyerapan itu. Terkendala setelahnya karena BULOG sudah ada mitra, sedangkan BULOG sudah dalam kondisi kering baru disimpan,” imbuhnya.
Menurutnya Zainal, ada beberapa kendala dalam proses untuk menyimpan, yakni keterbatasan alat pengering. Kalaupun menggunakan pengering alami atau dengan cara dijemur membutuhkan proses berhari-hari terlebih saat ini dalam musim hujan.
“Tidak bisa disimpan langsung kalau kadar airnya masih tinggi, maka BULOG harus menunggu mitranya baru bisa disimpan. Kalau pengeringan cara manual harusnya selesai dua hari karena cuaca jadi kering lima hari,” jelasnya.
Sejauh ini kata Zainal, mitra BULOG masih belum akan mendekati target penyerapan karena masih banyak petani belum melakukan panen. “Saat kita rapat beberapa waktu lalu baru sekitar tiga ribu ton yang sudah terserap, insyaallah puncak panen di pertengahan atau akhir April,” tandasnya. (fhr)

