Lombok Barat (Inside Lombok) – Perayaan Lebaran Topat di Lombok Barat (Lobar) tahun ini akan kembali digelar di Pantai Duduk, Batulayar, dan diprediksi akan lebih meriah. Pemerintah daerah (pemda) setempat pun berencana menggandeng para pelaku usaha pariwisata yang ada di Senggigi, serta seluruh desa se-Kecamatan Batulayar untuk berkolaborasi.
“Selain atraksi kesenian, tahun ini kita kolaborasi dengan pelaku usaha pariwisata dan seluruh desa se-Batulayar. Nanti juga akan ada parade topat yang akan diikuti desa-desa,” terang Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Agus Gunawan.
Tradisi Lebaran Topat di Lombok biasanya dilaksanakan enam hari setelah Idulfitri, dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat muslim Sasak. Nantinya, Lebaran Topat di Pantai Duduk akan diawali dengan pelaksanaan ziarah di Makam Batulayar dan dilanjutkan dengan kegiatan hiburan dan atraksi kesenian di Pantai Duduk 3.
“Perayaan Lebaran Topat ini memiliki posisi yang sangat istimewa. Masyarakat Sasak menyebut perayaan ini sebagai ‘Lebaran Nine’ (lebaran perempuan, Red). Yang dipandang sebagai pasangan dari ‘Lebaran Mame’ (Idulfitri),” jelas Agus.
Menurutnya, penyebutan ini bukan sekadar istilah, melainkan mencerminkan filosofi keseimbangan dalam pandangan hidup masyarakat Sasak. Bahkan, seiring berjalannya waktu, tradisi Lebaran Topat di Lombok pun tidak hanya menjadi perayaan keagamaan. Tetapi juga berkembang menjadi momentum penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya.
Lebih jauh, Kabid Pemasaran Dispar Lobar, Irman Sumantri mengungkapkan pihaknya sudah menggelar rapat dengan pihak-pihak terkait seperti tokoh agama, hingga tokoh masyarakat, untuk penentuan lokasi. Karena adanya masukan dari MUI Batulayar terkait lokasi pelaksanaan yang awalnya akan digelar di Tanjung Bias.
“Kita ada evaluasi dari MUI Kecamatan Batulayar, bahwa di pakemnya itu kurang pas kalau di Tanjung Bias. Paling tidak, itu menjadi salah satu acuan kita sehingga pelaksanaannya kembali ke lokasi awal di Pantai Duduk,” papar Irman.
Dijelaskan, selama ini marwah perayaan tradisi Lebaran Topat bagi masyarakat Lobar tidak bisa lepas dari Makam Batulayar. Sehingga segala kegiatan sebaiknya dilaksanakan di sekitar area makam tersebut. “Jadi, ritual yang jadi pakem itu tetap seperti sebelumnya di Makam Batulayar, dan untuk seremoni acara itu di Pantai Duduk,” pungkasnya. (yud)

