27.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaTradisi BudayaMeriahnya Tradisi Lebaran Topat di Makam Bintaro dan Loang Baloq, Ajang Silaturahmi...

Meriahnya Tradisi Lebaran Topat di Makam Bintaro dan Loang Baloq, Ajang Silaturahmi Warga Kota Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram pada Senin (7/4) kemarin kembali memusatkan perayaan lebaran topat di dua lokasi, yaitu di Makam Bintaro dan Makam Loang Baloq. Pengunjung yang datang ke kedua makam itu untuk mengikuti perayaan lebaran topat pun cukup padat. 

Baik di Makam Bintaro Kecamatan Ampenan maupun Makam Loang Baloq Kecamatan Sekarbela telah disiapkan masing-masing topat agung seberat 7 kilogram (kg). Selain itu, ada juga susunan ketupat ukuran kecil untuk diambil oleh masyarakat yang datang. 

Wakil Walikota Mataram, Mujiburrahman dalam sambutannya di perayaan lebaran topat di Makam Loang Baloq mengatakan seremoni ini menjadi sarana silaturahmi antar masyarakat, khususnya Kota Mataram. Selain itu, tradisi lebaran topat juga menjadi sarana hiburan yang positif bagi masyarakat yang datang. 

Makam Loang Baloq menjadi salah satu tujuan masyarakat di Pulau Lombok untuk merayakan lebaran topat. Jumlah pengunjung yang datang ke salah satu destinasi wisata tersebut mencapai ribuan orang, baik yang datang berziarah makam atau sekadar rekreasi. 

“Mohon agar kegiatan ini dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya agar warga bisa menikmati kegiatan seperti ini dengan menjaga keamanan dan kebersihan,” ujar Mujib. Ia juga mengingatkan agar para pengunjung saling menjaga terutama yang membawa anak kecil. Jangan sampai terlepas pengawasannya dari orang tua. “Kegiatan yang sifatnya positif dari masyarakat pemda akan senantiasa memberikan support,” lanjutnya. 

Pokdarwis setempat pun diminta tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Dinas Pariwisata agar Loang Baloq tetap menjadi lokasi wisata yang layak untuk dikunjungi. “Ini menjadi tempat yang lebih layak dan lebih baik lagi untuk menjadi tempat alternatif masyarakat kita untuk refreshing dan berkumpul bersama keluarga,” tegasnya. 

Sementara itu, Asisten I setda Kota Mataram, Lalu Martawang saat membuka perayaan lebaran topat di Makam Bintaro mengatakan ketupat menjadi lambang keterikatan sosial yang kuat dalam masyarakat. Janur yang saling tersimpul mengajarkan bahwa kehidupan bermasyarakat kebersamaan dan persatuan dalam hal yang utama. 

“Dari itu lebaran tepat bukan hanya sekedar tradisi tetapi juga sebuah simbol dari nilai-nilai kebersamaan dan harmoni dalam kehidupan sosial kita,” katanya. Menurutnya, di era modern ini pelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri. Kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup seringkali membuat generasi muda kurang mengenal warisan budaya. 

Dalam melestarikan tradisi merupakan tanggung jawab semua untuk menjaga dan merawat tradisi ini agar tetap lestari. “Mari kita jadikan tradisi ini sebagai pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan budaya kita semoga perayaan ini mau berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer