27.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaBerita UtamaAda Pasien Pulang Bawa Jenazah Bayi dengan Taksi Online, Komisi V Akan...

Ada Pasien Pulang Bawa Jenazah Bayi dengan Taksi Online, Komisi V Akan Panggil Pihak RSUD NTB

Mataram (Inside Lombok) – Seorang pasien RSUD NTB inisial Y asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dilaporkan terpaksa pulang membawa janinnya yang keguguran menggunakan taksi online, lantaran tidak mampu membayar biaya ambulans rumah sakit. Peristiwa itu pun menjadi atensi Komisi V DPRD NTB, lantaran pelayanan rumah sakit dinilai belum maksimal.

“Ini yang membuat kita prihatin selalu terjadi. Harus dievaluasi terkait penanganan dan pelayanan yang berkaitan dengan jenazah termasuk yang sakit dan membutuhkan ambulans,” ujar Anggota Komisi V DPRD NTB, Didi Sumardi. Pihaknya pun akan segera memanggil manajemen RSUD NTB guna membahas aspek pelayanan tersebut.

Didi berharap, ke depan pelayanan rumah sakit tidak lagi menjadi keluhan masyarakat. Ia pun menyayangkan adanya kasus pemulangan jenazah menggunakan taksi online yang terpaksa dilakukan pihak keluarga pasien. Karenanya, Mantan Ketua DPRD Kota Mataram ini juga meminta agar Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bisa mengevaluasi pelayanan rumah sakit milik daerah tersebut. “Supaya kedepan tidak terulang kembali,” katanya.

Di sisi lain, pihak rumah sakit ditekankan tidak berdalih apapun dengan kondisi seperti itu, apalagi dengan berpatok pada standar operasional prosedur (SOP). Sebelumnya, Direktur RSUD NTB, Lalu Herman Mahaputra melalui keterangan resminya mengatakan pada 6 April 2025 pukul 06.50 wita janin pasien Y lahir dengan berat badan lahir 650 gram dengan tanda khas Kematian Janin dalam Rahim (KJDR). Selanjutnya, pukul 10.37 wita jenazah janin tersebut dibawa oleh Instalasi Forensik untuk dipulasarkan dan persiapan pemulangan jenazah.

“Dalam aturan pemulangan jenazah yang meninggal di RSUD Provinsi NTB memang sepenuhnya tidak ditanggung oleh BPJS, dan selama ini yang membiayai pemulangan jenazah dari RSUD Provinsi NTB adalah keluarga pasien,” katanya.

Setelah mengetahui kondisi tersebut petugas forensik berupaya berkoordinasi untuk memulangkan jenazah dengan Manajer Pelayanan Pasien (MPP) RSUD Provinsi NTB untuk berupaya mencarikan solusi atas peristiwa tersebut. Karena hal tersebut pada umumnya ada celah solusi untuk diselesaikan oleh RSUD Provinsi NTB dengan menggunakan dana sosial rumah sakit yang langsung disisihkan dari pendapatan Direktur RSUD Provinsi NTB.

“Berdasarkan rekapan MPP RSUD Provinsi NTB 2 bulan terakhir sudah difasilitasi biaya pengantaran jenazah sejumlah lima orang, yaitu dua jenazah dari Bima, dua jenazah dari Dompu dan satu jenazah dari Lombok Tengah,” katanya.

Adapun jenazah janin yang dibawa langsung oleh keluarga pasien merupakan kehendak dari pasien sendiri. Keputusan ini tidak sempat teredukasi tentang hasil koordinasi petugas Instalasi Forensik dengan MPP dan pulang menggunakan taksi online. Pihak keluarga beralasan keluarga takut jenazah janin tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap atau berbau. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer