31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPembangunan Pagar di Pantai Elak-Elak, Warga Mengaku Tak Persoalkan

Pembangunan Pagar di Pantai Elak-Elak, Warga Mengaku Tak Persoalkan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Masyarakat Dusun Pengawisan, Desa Sekotong Barat, yang ada di sekitar Pantai Elak-Elak dengan tegas menyatakan pembangunan pagar di kawasan pantai tersebut tidak menyalahi aturan. Persetujuan dari sebagian besar masyarakat pun disebut sudah didapatkan. Respon ini menyusul munculnya berbagai macam isu terkait pembangunan pagar oleh investor di pantai tersebut.

“Tidak ada yang dilanggar, dan masyarakat sekitar tidak mempersoalkan itu (pembangunan pagar, Red),” tegas Rapi’i, salah seorang tokoh masyarakat Dusun Pengawisan. Dia pun dengan lantang membantah isu yang disebutnya seolah-olah membenturkan masyarakat sekitar dengan investor yang akan membangun objek wisata di Pantai Elak-Elak tersebut. “Kami yang berada di sekitar Pantai Elak-Elak, jadi kami tahu betul kondisi yang sebenarnya. Tidak pernah ada penolakan dari warga,” tuturnya.

Terkait adanya komentar dari pihak lain yang menyatakan adanya penolakan dari masyarakat atas pembangunan pagar yang dilakukan pihak investor itu, Rapi’i dengan tegas menyatakan yang bersangkutan bukanlah warga setempat. “Kami yang tahu kondisi. Jadi jangan bawa-bawa nama warga sekitar,” imbuhnya.

Dia pun meminta kepada pihak yang mempersoalkan pembangunan pagar oleh investor itu untuk menghubungi dirinya, agar tidak ada lagi informasi simpang siur terkait pembangunan pagar itu. “Kami tidak ada yang menolak, yang ditolak itu justru yang disebelah,” katanya.

Menurutnya, dengan masuknya investor yang akan membangun dan mengembangkan objek wisata Pantai Elak-Elak tentu menjadi angin segar bagi masyarakat sekitar, termasuk masyarakat Sekotong dan Lobar secara lebih luas. “Ini kan menjadi peluang bagi kita. Jika daerah kita maju pariwisatanya, maka yang diuntungkan adalah masyarakat, tidak hanya kami di sekitar Pantai Elak-Elak ini,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer