31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok UtaraDewan Usulkan Parade Puteri Jong Bayan Jadi Ikon Wisata Budaya KLU

Dewan Usulkan Parade Puteri Jong Bayan Jadi Ikon Wisata Budaya KLU

Lombok Utara (Inside Lombok) – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengusulkan agar event Parade Puteri Jong Bayan bisa menjadi event budaya besar di kabupaten tersebut. Dengan begitu, festival ini diproyeksi menjadi salah satu daya tarik baru menggaet para wisatawan untuk berkunjung ke KLU, sekaligus menjadi pelengkap festival gendang beleq, peresean, ogoh-ogoh dan yang lainnya.

Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi mengatakan usulan itu sudah disampaikan pihaknya ke stakeholder terkait, dan diharapkan menjadi pertimbangan ke depan, baik oleh Dinas Pariwisata maupun Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) KLU, dalam hal ini Bidang Kebudayaan untuk pelaksanaan Parade Puteri Jong Bayan.

“Di Lombok Tengah ada parade Puteri Mandalika, itu per kecamatan dia keluarkan sampai 1000 puteri mandalika. Kita di KLU, kalau bisa ini menjadi usul dan bahan pertimbangan untuk bisa dilaksanakan parade Puteri Jong Bayan,” ujarnya, Kamis (10/4).

Nantinya, Pared Puteri Jong Bayan bisa dilakukan di wilayah KLU, baik itu di Kecamatan Tanjung ataupun Bayan dan wilayah strategis yang menjadi ketentuan untuk pelaksanaannya. Jika saja satu kecamatan bisa mengusulkan sebanyak 1.000 orang Puteri Jong Bayan, maka seluruhnya bisa mencapai 5.000 orang.

“Misalnya, di Kecamatan Tanjung dengan delapan desa, itu nanti dari 1.000 dibagi dan diatur masing-masing desa untuk mengeluarkan putri-putrinya. Ini bagian dan strategis kita bagaimana memancing para wisatawan datang ke KLU,” ungkapnya.

Menurutnya, ini adalah gebrakan yang luar biasa dan sejarah bagi KLU jika bisa mengadakan festival tersebut. Mengingat KLU tidak hanya bagus dari segi wisatanya saja, tetapi dari budaya pun tak kalah menariknya untuk dikenalkan kepada para wisatawan yang berkunjung. “Ini (Parade Putri Jong Bayan) luar biasa dan belum pernah dilakukan. Sekarang kita coba ini dilakukan dan ini menjadi sejarah di KLU,” katanya.

Di samping itu, dengan adanya festival ini tidak hanya memberikan dampak positif pada pariwisata KLU, melainkan juga memberikan dampak bagi para UMKM yang ikut terliba. Nantinya para UMKM sekaligus memasarkan produk-produk mereka, baik itu kuliner, ekraf, maupun fesyen.

“Contoh, sekarang kita terkenal dengan Jong Bayan. Maka produk yang bisa menghasilkan (seragam/pakaian, Red) Jong Bayan itu bisa laku. Termasuk UMKM yang ada di tempat kegiatan itu, pasti akan jalan,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer