Mataram (Inside Lombok) – Usai libur panjang Idulfitri 1446 Hijriah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram kembali mengoptimalkan kegiatan normalisasi saluran, sungai, serta penanganan sampah pantai. Hal ini pun telah menjadi atensi pimpinan daerah di Kota Mataram.
“Normalisasi saluran, pembersihan gulma itu yang diarahkan Pak Wali. Kita kembali ke fitrah dengan tugas-tugas,” ujar Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning. Normalisasi saluran ini menjadi fokus Dinas PUPR Kota Mataram usai lebaran, karena sampah di saluran dan laut meningkat meski tidak terlalu tinggi, terutama pasca-lebaran topat.
Menurutnya, dari hasil evaluasi penanganan sampah saat lebaran topat di Kota Mataram, volume sampah basah yang diangkut masih normal yakni sekitar 12 dump truk. “Lebaran topat ini tidak begitu signifikan. Dia akan signifikan kalau digelontorkan oleh air. Kalau tidak hujan jadi per spot-spot,” katanya.
Jika musim hujan, kiriman sampah dari hulu merata di setiap saluran. Bahkan dalam sehari jumlah sampah yang berhasil angkut petugas yaitu mencapai 20 dump truck. Terkait dengan itu, sekitar 300 petugas kebersihan di Dinas PUPR diturunkan untuk menangani sampah di saluran, sungai, dan laut. “Ketika puncak hujan akhir 2024, volume sampah saluran, sungai, dan laut sehari mencapai 20 dump truk lebih,” katanya.
Diterangkan Lale, normalisasi akan dilakukan pada sejumlah drainase lingkungan. Sedangkan untuk aliran sungai di Kali Unus dan Kali Breyok menjadi prioritas. Dua sungai ini disebut rawan terjadi penumpukan sedimen.
“Dua aliran sungai ini menjadi titik rawan terjadi luapan air karena merupakan aliran air sungai dari Kabupaten Lombok Barat. Untuk dua sungai itu, benar-benar jadi prioritas kami. Lengah sedikit, sedimen sudah menumpuk dan memicu luapan air ke jalan dan permukiman warga ketika terjadi hujan,” katanya. (azm)

