32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBSikapi Kebijakan Tarif AS, Komisi II DPRD NTB Minta OPD Carikan Negara...

Sikapi Kebijakan Tarif AS, Komisi II DPRD NTB Minta OPD Carikan Negara Tujuan Ekspor Lain

Mataram (Inside Lombok) – Selama ini Amerika Serikat (AS) menjadi negara tujuan ekspor beberapa produk di NTB, baik pertanian maupun perhiasan. Hanya saja dengan kebijakan tarif yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dikhawatirkan bisa mengancam ekspor NTB.

Ketua Komisi II DPRD NTB, Lalu Pelita Putra mengatakan persoalan global yang terjadi saat ini harus ditilik, dan NTB harus siap dengan dampak yang terjadi terutama untuk ekspor. “Kita memang harus siap dengan risiko. Mudahan tidak terlalu besar dampaknya,” katanya Jumat (11/4) siang.

Ia mengatakan, kondisi ini tidak saja dirasakan Provinsi NTB melainkan juga daerah-daerah lain. Di tengah Kebijakan Presiden AS yang mematok bea impor 32 persen untuk Indonesia, para pengusaha diminta untuk tetap optimis dan diharapkan semua bisa segera membaik. “Situasi global kan seperti ini dan kita harus tetap optimis. Mudah-mudahan kondisi segera membaik,” katanya.

Menurutnya, selain Amerika masih banyak negara lain yang memiliki potensi untuk menjadi negara tujuan ekspor. Dengan begitu, para eksportir di NTB tetap berproduksi seperti biasanya. “Saya kira selain potensi lain dari Amerika juga harus dicari. Potensi-potensi kemana kita ekspor jika terjadi persoalan antara dua negara ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mencatat ada beberapa komoditas NTB yang diekspor ke AS, seperti vanili organik, home decor, hingga perhiasan.

Pemprov NTB berharap ada negosiasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika untuk mengatasi kebijakan tarif tersebut. Presiden Prabowo telah menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang negosiasi dengan Pemerintah Amerika.

“Karena kami non-blok, mudah-mudahan kami tidak terlalu terpengaruh dengan kebijakan ini. Karena, dia (Trump) emosinya kan ke negara-negara tertentu. Mengingat hubungan kami baik dengan Amerika,” kata Nelly, Rabu (9/4).

Jika negosiasi tidak berhasil, Pemprov NTB dan pelaku usaha harus mencari alternatif lain, seperti mencari pasar di negara-negara lain yang tidak terlalu mengenakan pajak. Nelly menyebutkan Benua Afrika sebagai salah satu pilihan pasar ekspor yang potensial. “Kami yakin komoditi-komoditi kita dengan kualitas yang sangat bagus ini dibutuhkan oleh negara lain,” ujar Nelly. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer