33.5 C
Mataram
Jumat, 2 Januari 2026
BerandaDaerahNTBAtasi Antrean di Pelabuhan Gili Mas, Gubernur Atur Pengiriman Sapi Bisa Lewat...

Atasi Antrean di Pelabuhan Gili Mas, Gubernur Atur Pengiriman Sapi Bisa Lewat Bali

Mataram (Inside Lombok) – Proses pengangkutan sapi NTB ke wilayah Jabodetabek untuk persiapan Iduladha 1446 H mengalami kendala di pelabuhan. Jumlah truk sapi peternak yang hendak berangkat tidak sebanding dengan armada kapal yang tersedia di Pelabuhan Gili Mas, Lembar. Akibatnya, terjadi antrean panjang. Menyikapi kondisi itu, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal bergerak cepat dengan mengatur agar pengiriman sapi bisa juga dilakukan lewat Bali.

Mengingat jumlah sapi yang hendak dikirim mencapai lebih dari 10 ribu ekor, pengiriman lewat Bali dinilai bisa menjadi solusi alternatif mengatasi keterbatasan transportasi laut dari Lombok langsung ke Pulau Jawa. Guna meminta perizinan agar truk-truk pengangkut sapi bisa melintas melalui daratan Bali, Iqbal pun telah menelepon dan meminta izin langsung ke Gubernur Bali, Wayan Koster.

“Pemprov NTB berencana menggunakan 13 kapal, dengan masing-masing kapal mengangkut tujuh truk,” ujar Iqbal dalam keterangan resminya, Rabu (22/4). Guna menghindari gangguan lalu lintas di Bali, Pemprov NTB akan mengatur agar truk-truk melintas pada malam hari dari Padangbai ke Gilimanuk.

Pemprov Bali telah menyambut baik rencana ini dan Pemprov NTB akan memastikan seluruh peternak mematuhi aturan yang diberikan oleh Pemprov Bali. Sebelumnya, Pemprov NTB juga telah membantah informasi yang menyebutkan bahwa 12 ekor sapi mati akibat penumpukan di Pelabuhan Gili Mas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB, Muhamad Riadi menyatakan hanya dua ekor sapi yang mati karena kelelahan dan dehidrasi akibat penumpukan truk sapi di pelabuhan. Menurutnya, penumpukan terjadi karena perhitungan keberangkatan pengusaha sapi yang terlalu dini, sehingga menyebabkan sapi-sapi tersebut tidak dapat diangkut secara bertahap.

“Untuk mengatasi penumpukan, Pelindo telah memperpendek waktu sandar kapal dan mengangkut truk sapi menuju Perak,” kata Riadi. Ia juga menyatakan penumpukan akan terus terjadi hingga mendekati Iduladha, sehingga pihaknya telah mengambil langkah untuk menghentikan rekomendasi pengeluaran sapi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Mohamad Faozal juga membantah klaim penelantaran sapi di pelabuhan dan menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai penumpukan, termasuk meminta tambahan armada kapal. “Kami telah usahakan bantuan untuk menambah armada kapal agar masalah yang sama tidak terulang,” tandas Faozal. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer