31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaSejumlah Siswa di Pringgarata Terindikasi Keracunan Menu MBG, Kepala Dapur Minta Maaf

Sejumlah Siswa di Pringgarata Terindikasi Keracunan Menu MBG, Kepala Dapur Minta Maaf

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sejumlah siswa di SDN Repok Tunjang, Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) mengalami gejala keracunan setelah mengkonsumsi menu makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah. Beruntung, para siswa sudah membaik setelah mendapat perawatan di puskesmas.

Kepala SDN Repok Tunjang, Suhartini yang mengkonfirmasi peristiwa itu menerangkan siswa yang diduga mengalami keracunan adalah kelas V dan langsung mendapat penanganan medis di Puskesmas Pringgarata. “Siswa mengalami mual dan sakit perut setelah makan. Kami kemudian membawa mereka ke puskesmas untuk mendapat pertolongan,” ujarnya, Kamis (24/4).

Dikatakan, setelah mendapat perawatan empat dari lima siswa yang keracunan sudah kembali masuk sekolah, sementara satu siswa lainnya masih menjalani pemulihan di rumah. “Kami harap pihak dapur lebih teliti dalam mengecek makanan sebelum disalurkan kepada siswa, karena ini menyangkut kesehatan siswa,” imbuhnya.

Dikatakan, Salah satu siswa yang terdampak, NS (12) mengaku merasakan mual setelah mengkonsumsi telur opor yang disediakan menu MBG. “Telurnya kayak sudah basi, dan sambalnya pahit,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pringgarata, Hairozi juga membenarkan adanya dugaan keracunan yang menimpa lima siswa tersebut. “Kelima siswa dibawa ke puskesmas sekitar pukul 11.00 Wita dan langsung ditangani oleh dokter yang bertugas,” terangnya.

Sampel menu MBG itu pun telah dikirim ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah untuk diuji di laboratorium. “Hasil pemeriksaan saat ini masih dalam proses,” tandasnya.

Menyikapi peristiwa itu, Kepala Dapur UD. Ahmad Zaini Makanan Bergizi Gratis (MBG) beri klarifikasi dan meminta maaf. Pihaknya menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap penyediaan makanan untuk MBG yang disajikan untuk para siswa di 42 sekolah yang menjadi sasaran.

“Kami minta maaf dan merasa bersalah atas kejadian yang terjadi kemarin, dan juga kami akan melakukan evaluasi,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (25/4). Evaluasi tersebut seperti evaluasi bahan makanan dan lainnya.

Dijelaskan, untuk packing bahan makanan di dapur tersebut memang berbeda-beda, seperti untuk TK-SD kelas tiga diberikan pagi sekitar pukul 8, untuk kelas 4-SMA diberikan sekitar pukul 10-11. “Yang kita urus penyiapan makanan sekitar 3.330 porsi makanan untuk siswa yang ada di tiga desa, yakni Desa Murbaya, Taman Indah dan Desa Sepakek,” imbuhnya.

Ditegaskan, dalam menyajikan dan menyiapkan makanan kepada para pihaknya mengklaim sudah sesuai dengan aturan dan SOP yang ada. Namun peristiwa yang terjadi kepada lima siswa kemarin itu diluar kehendak pihak dapur. “Kami sudah laksanakan sesuai SOP, namun kejadian tersebut diluar kehendak kami, kan dari tiga ribuan itu tidak semua kan yang mengalami keracunan,” katanya.

Selain itu pihaknya juga sudah melakukan persiapan dan perlengkapan dan peralatan masak sesuai dengan SOP dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat. Pihak dapur juga sudah langsung mengunjungi sekolah dan mencari siswa yang diduga keracunan, namun saat di cari di sekolah sudah sembuh dan bisa bermain. “Sudah kita cari ke rumahnya, Alhamdulillah siswa-siswi itu sudah sehat dan sudah bisa bermain. Kami cari saat ditanya mereka sudah baikan dan bisa bermain layangan,” jelasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer