Lombok Barat (Inside Lombok) – Setelah sebelumnya atraksi peresean yang digelar di Taman Kota Gerung berhasil menyedot animo ribuan masyarakat, akhir pekan ini Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) mulai menggelar program car free night, sebagai upaya untuk terus menghidupkan Kota Gerung.
“Akan ada atraksi seni dan budaya yang digelar Taman Kota Gerung rutin setiap pekannya. Salah satunya Car Free Night yang akan dimulai Sabtu malam atau malam Minggu pekan ini,” ungkap Kadispar Lobar, Agus Gunawan.
Pihaknya pun sudah menggelar rapat persiapan untuk pelaksanaan Car Free Night ini sejak beberapa hari yang lalu. Kata dia, berbagai pihak terkait siap memberikan support demi kelancaran rencana dimulainya Car Free Night ini.
Di mana nantinya rute jalur Tugu Penas Gerung sampai Kantor Dinas Perhubungan akan disulap sebagai lokasi kegiatan. “Car Free Night ini diinisiasi oleh pak Bupati, pasca euforia kegiatan peresan yang sukses sampai menyedot hampir 3.500 lebih penonton,” tuturnya.
Pemda disebutnya ingin terus mempertahankan suasana kota Gerung yang ramai didatangi masyarakat Lobar yang sudah lama merindukan adanya hiburan rakyat semacam ini. “Pak Bupati ingin menghidupkan Kota Gerung setiap akhir pekan,” imbuh Agus.
Kerjasama dengan sponsor pun sudah dijajaki pihaknya untuk pelaksanaan event di Taman Kota Gerung tersebut, termasuk Car Free Night. Selain itu, yang paling utama kata dia, hal ini juga sekaligus sebagai momentum untuk memberdayakan para pelaku kesenian dan kebudayaan yang ada di Lobar. Untuk diberikan kesempatan tampil setiap pekan. “Makanya kami libatkan saat rapat semua camat, kepala desa dan manajemen hotel,” pungkasnya.
Dalam uji coba Car Free Night akhir pekan ini, berbagai kegiatan pentas seni, hingga bazar UMKM akan digelar dari pagi hingga sore hari di Taman Kota Gerung. Akan ada servis gratis sepeda motor Yamaha, lomba mewarnai, presean, Electone musik. Kemudian pameran Art. Kemudian di Hari Minggu akan ada fun walk, senam, game, electone music, dan doorprize.
Rencana kegiatan ini pun mendapat respon positif dan dukungan, tidak hanya dari berbagai OPD dan stakeholder terkait. Tetapi juga dari Majelis Adat Sasak Paerbat Patut Patuh Patju. “Kami sangat dukung, agar Kota Gerung tidak mati. Kami siap koordinasi apa yang akan kami tampilkan,” tandas Raden rais, Pengurus Majelis Adat Sasak Paerbat. (yud)

