Mataram (Inside Lombok) – Sampah di TPS Sandubaya Kota Mataram semakin padat dan menggunung. Hal ini disebabkan karena pembatasan pembuangan ke TPA regional Kebon Kongok masih diberlakukan.
“Saat ini TPS Sandubaya digunaan sebagai tempat penitipan sementara sampah yang belum bisa dibuang ke TPAR Kebon Kongok Lombok Barat,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi. Pihaknya pun berharap pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok bisa normal kembali. Sehingga sampah-sampah yang ada di TPS Sandubaya bisa dibuang ke TPA Regional. “Kita harapkan lusa sampah sudah kembali normal,” katanya.
Dijelaskan, Walikota Mataram, Mohan Roliskana pun sudah turun memantau kondisi TPS Sandubaya, Senin (28/4) siang. Dalam pantauan itu disebutkan biasanya produksi sampah lebih banyak dibuang ke TPAR Kebon Kongok. Dalam sehari jumlah sampah yang dibuang mencapai 3 ritase. Setelah dilakukan pembatasan karena optimalisasi lahan, Kota Mataram hanya bisa membuang 1 ritase dalam sehari.
Sebelumnya, Pemkot Mataram akan membakar sampah di TPS Sandubaya menggunakan insinerator. Namun, alat tersebut belum bisa digunakan karena tumpukan sampah yang ada tidak memberi ruang untuk meletakkan alat.
Ditegaskannya, untuk mencari solusi dalam penanganan sampah ini, Pemkot Mataram, Pemda Lombok Barat dan Pemprov NTB akan segera melakukan pertemuan. Kondisi antar pemda ini dilakukan agar penanganan TPA Regional bisa cepat terselesaikan. “Pak Wali akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur dan Bupati Lombok Barat untuk percepatan penyelesaian lahan di TPA,” ungkapnya. (azm)

