Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah pusat memberikan target realisasi investasi sebesar Rp1,2 triliun kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU). Target investasi KLU dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sendiri sebesar Rp800 miliar. Meskipun ada target besar, Pemda KLU optimis bisa terealisasi.
Berbagai langkah strategis dilakukan untuk menarik investasi agar masuk ke KLU. Langkah strategis yang akan dilakukan, yakni mulai penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Kemudahan Investasi hingga peluncuran aplikasi Sistem Informasi Peluang Investasi Daerah (SIPID) yang dilakukan sejak 2024 lalu.
“Progres realisasi investasi sampai saat ini sudah 30 persen, sektor pariwisata kontribusinya paling besar. Pusat targetkan kita untuk mencapai Rp1,2 Triliun, sekarang kami sedang susun perda untuk kemudahan investasi dan sudah dibahas di DPRD,” ujar, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) KLU, Erwin Rahadi, Rabu (30/4).
Kemudian, KLU juga sudah meluncurkan aplikasi SIPID dari tahun lalu, tentunya dengan tujuan memudahkan para investor mencari informasi mana saja sektor potensial untuk berinvestasi di KLU. Mengingat, di kabupaten itu banyak peluang investasi yang bisa digarap, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, hingga pengelolaan sumber air.
“Aplikasi SIPID ini mempermudah dan mempercepat komunikasi kami dengan calon investor. Seperti kemarin dari Cina, sudah menyatakan ketertarikan berinvestasi di pertanian di lahan jagung dan pengelolaan air di Seven Springs,” jelasnya.
Lebih lanjut, dengan adanya kemudahan ini di masa lima tahun depan maka KLU diharapkan dapat menjadi pusat investasi baru di NTB. Hal ini sejalan dengan sejalan dengan visi pemerintahan nasional. Banyaknya potensi investasi yang bisa dikembangkan, maka daerah harus bisa memanfaatkan peluang tersebut agar bisa menarik sebanyak-banyaknya investor masuk untuk berinvestasi.
Sektor pariwisata menjadi andil paling besar, tentunya Lombok mengandalkan kawasan strategis nasional (KSPN) Tiga Gili (Meno, Trawangan, Air), dengan target 65 persen, meski kawasan ini memiliki status konservasi. “Kami juga dorong sektor perdagangan dan pertanian membuka lebih banyak peluang investasi. Investasi di Lombok Utara ini berdasarkan respon positif masyarakat. Tapi kalau untuk maju, kita harus terbuka dan harus sigap,” ungkapnya.
Untuk itu, diharapkan kedepannya akan lebih banyak investor yang mau berinvestasi. Pemda KLU membuka peluang seluas-luasnya bagi pengusaha yang ingin berinvestasi. Apalagi sekarang ini pelayanan investasi di Lombok Utara sangat mudah. “Kami dari Disnaker-PMPTSP mendampingi hingga tuntas bagi pengusaha yang mau berinvestasi di Lombok Utara,” imbuhnya. (dpi)

