Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota Mataram melakukan groundbreaking pembangunan kantor Walikota Mataram yang baru, Rabu (30/4) pagi. Selain sebagai pusat pelayanan, keberadaan kantor walikota di kawasan lingkar selatan diharapkan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di wilayah itu.
Walikota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan pelayanan secara bertahap akan dipindah ke kantor baru mulai 2026 mendatang. Karena setelah rampung maka akan langsung dimanfaatkan. “Meski semua belum selesai tapi sudah harus diisi dengan pelayanan. Kantor lama juga akan tetap digunakan,” katanya, Rabu (30/4) pagi.
Ia mengatakan, penempatan langsung kantor baru ini juga merupakan arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Beberapa pelayanan akan dipusatkan di kantor baru, sedangkan Walikota Mataram akan tetap berkantor di tempat yang lama. “Nanti kita lihat pelayanan yang akan dipusatkan di sana,” katanya.
Pemanfaatan kantor lama dalam jangka panjang, Mohan mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci. Namun yang pasti kantor lama akan tetap dimanfaatkan untuk pelayanan kepada masyarakat. “Kita kan masih butuh kantor-kantor ini untuk pelayanan. Karena masih kekurangan lah kita. Kalau jadi hotel ya tidak lah. Tetap jadi kantor pelayanan tapi bidang apa nanti kita lihat,” katanya.
Mohan juga menegaskan, kantor baru yang akan dibangun ini harus menggunakan pendekatan kearifan lokal namun juga menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Selain itu, gedung tersebut tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi melainkan sesuai dengan standar yang lain.
“Secara filosofis juga ada makna inklusivitas atau keterbukaan dalam hal pelayanan. Maka oleh karena itu saya berharap gedung ini bisa menjadi kebanggan bagi kita semua,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan kantor walikota di kawasan lingkar selatan bisa menjadi landmark Kota Mataram. Sehingga berdampak perubahan fungsi kawasan artinya bisa lebih maju dan pertumbuhan ekonomi lebih baik.
“Pembangunan gedung ini sangat mendesak. Sejak pembebasan lahan ini tahun 2018 lalu dan sudah 8 tahun sudah dipersiapkan untuk rencana awal. Kami bertanggung jawab agar lahan ini dilaksanakan sesuai dengan fungsi dari awal,” ungkapnya.
Disisi lain, alasan pemkot Mataram membangun kantor baru karena bangunan yang lama sudah dimanfaatkan sekitar 30 tahun. Bencana gempa bumi yang terjadi pada tahun 2018 lalu mengakibatkan beberapa bagian sudah retak dan tidak bisa digunakan kembali.
“Kebutuhan pegawai yang terus bertambah dan kita sudah mendesain sedemikian rupa untuk menampung semua pegawai. Tapi memang selalu berkaitan dengan keterbatasan. Selain itu, jarak antara kantor gubernur dan kantor walikota yang berdekatan kerap menimbulkan kemacetan dan keluhan masyarakat sehingga kita merasa butuh,” ujar Mohan. (azm)

