Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin menegaskan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menyoroti pentingnya PAD sebagai penopang pembangunan daerah, ia mendorong optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang ada.
Dicontohkan, aktivitas tambak udang yang ada di Lotim selama ini belum memberikan kontribusi signifikan. Untuk itu, ia mendorong dilakukan pendataan terhadap kolam-kolam tambak milik para pengusaha sebagai dasar penyusunan regulasi daerah.
Tak hanya itu, sektor garam rakyat juga jadi sorotan. Di tengah isu impor garam, ia menilai peningkatan kualitas garam lokal sangat krusial. Potensi besar garam di Lotim harus dimaksimalkan agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat. Karena itu, Haerul menekankan pentingnya pelatihan bagi para petani garam agar hasil produksinya bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Senin (28/4), Haerul pun meminta sejumlah pimpinan OPD untuk memaparkan hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugasnya. Enam kepala OPD diberikan kesempatan menyampaikan laporan dan kendala, diantaranya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PUPR, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud).
Dalam arahannya, Haerul mengingatkan para kepala OPD agar tidak hanya berperan sebagai pemimpin lembaga, tetapi juga menjadi pelayan masyarakat yang mampu memberi dampak nyata. “Tinggalkan warisan yang baik,” pesannya, sembari menegaskan bahwa segala bentuk perizinan tetap harus melalui persetujuannya. (den)

