Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menggelar penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di halaman Kantor Bupati, Rabu (30/4). Dalam kesempatan itu, Bupati Lotim, Haerul Warisin mengungkapkan rasa syukur dan haru atas perjuangan panjang para tenaga honorer yang kini resmi menjadi bagian dari ASN.
Bupati menyampaikan sebagai mantan tenaga honorer ia sangat memahami perjalanan panjang yang dilalui para PPPK, bahkan ada yang telah mengabdi selama belasan tahun. Ia mendorong para pegawai baru tersebut agar bekerja dengan ikhlas dan profesional, serta meningkatkan etos kerja dan kreativitas. “Kerja kita harus lebih baik dari sebelumnya. Semangat harus terus menyala agar rezeki yang didapat membawa keberkahan,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya membaca, belajar, dan terus berinovasi agar ASN PPPK dapat tumbuh sejajar dengan PNS lainnya. Meski saat ini PPPK belum bisa menduduki jabatan struktural seperti kepala sekolah atau kepala puskesmas, Bupati menyatakan dukungannya agar ke depan peluang tersebut terbuka bagi mereka yang berprestasi.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar, Yudhantoro Bayu Wiratmoko mengingatkan bahwa ASN baik PNS maupun PPPK dituntut untuk terus mengembangkan kompetensinya di tengah arus digitalisasi. Ia juga menegaskan bahwa ASN dapat diberhentikan jika tidak menunjukkan kinerja yang memadai.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Lotim, Mugni memaparkan dari usulan formasi ASN 2024 sebanyak 15.841, hanya 1.600 formasi yang disetujui pusat karena keterbatasan anggaran. Dari jumlah tersebut, 1.500 diperuntukkan bagi PPPK dan 100 untuk CPNS. Tercatat, 1.417 orang dinyatakan lulus seleksi PPPK setelah bersaing dengan hampir 10 ribu pelamar.
Salah satu kisah haru turut mewarnai acara ini. Abdul Hayyi, seorang pegawai Tata Usaha di perpustakaan SMPN 1 Wanasaba, datang dengan kursi roda untuk menerima SK setelah beberapa hari dirawat karena sakit. Pria berusia 50 tahun ini telah mengabdi selama hampir tiga dekade sebagai honorer dan akhirnya resmi diangkat sebagai PPPK.
“Alhamdulillah, ini mungkin jalan rezeki dari Allah. Semoga bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat,” ucap Hayyi penuh haru. Kini ia bertugas di Unit Pertanian dan Penyuluhan (UPP) Kecamatan Wanasaba untuk memulai perjalanan barunya sebagai ASN. (den)

