Mataram (Inside Lombok) – Visa yang belum keluar menjadi persoalan pada pemberangkatan jemaah calon haji tahun ini. Pasalnya, hingga jadwal keberangkatan tiba masih ada jemaah di NTB yang belum mendapatkan visa.
Kepala Bidang Pelaksanaan ibadah haji dan umrah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Lalu Muhammad Amin mengatakan proses pengurusan visa hingga saat ini masih dilakukan. Masih adanya visa jemaah yang belum keluar berdampak pada pemberangkatan jemaah tidak sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya. “Tahun ini di Arab Saudi pengelolaannya dengan delapan sarikah. Banyaknya sarikah ini persaingan terjadi mengklaim data jemaah,” katanya.
Ia mengatakan, perbedaan pelaksanaan ibadah haji dengan tahun lalu yaitu data yang masuk di awal tidak bisa diubah lagi. Kebijakan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi itu membatasi data, sehingga hal ini berdampak pada kondisi saat ini.
Ditegaskan, persoalan yang terjadi tidak saja di Indonesia melainkan di seluruh dunia bagi jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji. “Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia yang mengalami ini,” ungkapnya.
Sementara terkait dengan jumlah visa jemaah calon haji yang belum keluar, ia mengaku belum bisa memastikannya. Karena saat ini masih dalam proses untuk penerbitan visa. “Ini masuk secara keseluruhan dari sekian banyak kloter ini. Dari sekian banyak urutan tidak mesti yang kloter lima itu sesuai urutan,” katanya.
Dijelaskan, visa jemaah calon haji yang keluar ini tidak sesuai dengan kloternya. Hal ini berdampak pada penyesuaian jemaah yang akan diberangkatkan. “Itu sebagian-sebagian yang keluar. Inilah kan kami harus terus bekerja memonitor,” katanya.
Tahun lalu terangnya tidak ada pembatasan. Artinya, ketika pengajuan visa calon jemaah maka akan langsung keluar sesuai dengan yang diajukan. “Saat ini diterbitkan lagi oleh pemerintah Arab Saudi. Apa data yang sudah masuk itu untuk tidak diubah lagi. Sudah close,” katanya. (azm)

