Lombok Barat (Inside Lombok) – Kemenag Lombok Barat (Lobar) memastikan bahwa jemaaah calon haji (JCH) yang sudah berangkat pada kloter pertama, sudah tiba di Madinah dengan aman dan dalam kondisi baik.
“Alhamdulillah tidak ada masalah, mereka baik-baik saja. Alhamdulillah tadi (Jumat siang) sudah ada kabar dari Madinah,” ungkap Kasi Haji dan Umrah Kemenag Lobar, Lale Puspasari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (02/05/2025) sore.
Sebelumnya, dua orang petugas haji daerah (PHD) yang seharusnya berangkat mendampingi JCH Lobar di kloter pertama terpaksa ditunda keberangkatannya lantaran visanya belum diterbitkan Pemerintah Arab Saudi. “Kalau urusan visa kan memang bukan urusan kita, karena itu kewenangan Pemerintah Arab Saudi dan Kedutaan yang menerbitkan,” ujarnya.
Kata dia, adanya visa yang belum diterbitkan tersebut akibat terkendala sistem E-Hajj yang sempat eror. Sehingga walaupun visa seluruh calon jemaah diajukan bersamaan, namun ada yang yang belum terbit sampai saat ini. “Kemarin kan sistem e-haji-nya di sana juga eror. Kemarin sempat gangguan beberapa hari itu,” imbuh dia.
Namun, pihaknya memastikan bahwa JCH Lobar yang sudah mendapat panggilan tahun ini tetap akan diberangkatkan. Karena akan dimasukkan dalam rombongan kloter yang saat ini masih menunggu giliran. “Semua akan tetap diberangkatkan. Sekarang beberapa sudah keluar (visanya),” tegas Lale.
Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa di Lombok Barat tidak ada JCH kloter pertama yang tertunda berangkat karena terkendala visa. “Yang tidak berangkat kemarin itu adalah petugas, petugas yang PHD karena belum keluar visanya. PHD kita kan ada dua,” bebernya.
Saat dikonfirmasi terkait kapan kepastian para petugas pendamping haji tersebut akan diberangkatkan. Lale mengatakan masih perlu koordinasi lagi, mereka nantinya akan masuk dalam kloter ke berapa. “Kita kan (JCH Lobar, Red) ada 4 kloter. Kloter 1 yang sudah berangkat. Kemudian yang akan berangkat di kloter 9 ada 80 orang, yang di kloter 11 itu ada 172 orang dan di kloter 12 itu 4 orang,” lanjutnya.
Kendati ada beberapa JCH yang masuk kategori risiko tinggi kesehatannya. Tetapi kata Lale, nantinya ada ketua regu dan ketua rombongan yang akan saling bekerjasama untuk memastikan semua dalam kondisi baik. (yud)

