Lombok Timur (Inside Lombok) – Pelaksanaan event Rinjani 100 ke-13 akan segera digelar pada 16-18 Mei 2025. Ada ribuan peserta yang telah mendaftar dari puluhan negara yang tersebar di beberapa benua, termasuk Asia dan Eropa.
Rest Director Rinjani 100, Dian Ersukmara mengatakan segala bentuk persiapan tengah dilakukan agar lomba dapat berjalan dengan aman dan lancar. Mulai dari konsep kegiatan hingga kesiapan tim yang akan disebar di berbagai pos yang telah disiapkan.
Adapun dalam Rinjani 100 ini akan diikuti oleh 1.116 peserta dari 40 negara yang diisi oleh bagian Asia Tenggara, Asia, Eropa, dan beberapa lainnya. Sementara itu beberapa negara yang paling banyak mengirimkan pesertanya yakni Malaysia, Singapura, China, Prancis. “Pemecah rekor dunia di Rinjani 100 sebelumnya, akan kembali ikut serta juga kali ini,” terangnya.
Adapun untuk menjamin keselamatan para peserta agar tidak tersesat atau keluar rute, pihak penyelenggara menyiapkan alat pelacak terhadap para peserta untuk memantau jarak yang ditempuh serta rute mana yang dilaluinya. Nantinya alat tersebut akan menginformasikan kepada penyelenggara sekaligus dilakukan live streaming yang dapat disaksikan oleh masyarakat. “Jadi bisa diminimalisir nantinya, yang tersesat dapat terlihat dan dapat langsung diarahkan oleh tim ke jalan yang semestinya,” jelasnya.
Beberapa kategori yang diperlombakan yakni lari sejauh 27 kilometer, 36 kilometer, 60 kilometer, 100 kilometer, dan 162 kilometer. Kategori 36 merupakan kategori favorit para peserta dengan jumlah pendaftar yang lebih banyak dari yang lainnya, sehingga diperlukan perhatian lebih.
Semua pendaftar saat ini tidak serta merta akan ikut langsung dalam lomba tersebut, melainkan penyelenggara melakukan kualifikasi yang ketat mulai dari pengalaman ikut dalam lomba serupa, data kelengkapan, dan melampirkan bukti kesehatannya.
“Jadi kita periksa data kelengkapannya, kalau tidak terpenuhi maka langsung di kunci oleh sistem dan mereka tidak bisa bayar pendaftaran. Jadi kita lakukan sistem masuk kualifikasi dulu baru bisa bayar pendaftaran,” jelasnya.
Dalam ajang tersebut, terdapat dua kabupaten yang menjadi titik mulai rute perlombaannya yakni Lombok Timur tepatnya di Belanting dan Sembalun untuk 2 kategori. Sementara untuk dua lainnya dimulai dari Lombok Utara yakni Senaru.
Tahun ini sendiri akan memberikan warna berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yakni berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur untuk mendukung hal yang sifatnya seremonial. Seperti menyiapkan tarian-tarian dan kesenian daerah untuk menghibur para peserta yang ikut berlomba. “Kalau berbicara sport tourism tidak hanya larinya, tapi juga memperkenalkan bentuk-bentuk budaya yang melekat pada acara,” puncaknya. (den)

