Mataram (Inside Lombok) – “Hikayat Ampenan” merupakan sebuah penciptaan karya site specific theater (teater situs spesifik) berbasis sejarah maritim Indonesia Timur. Melalui medium pemanggungan site specific theater (teater situs spesifik), “Hikayat Ampenan” akan memaparkan satu bagian dari sejarah maritim Indonesia timur, melalui kisah kelahiran dan kejayaan Ampenan, saat menjadi bandar (pelabuhan) utama, yang dipergunakan oleh para pedagang dari nusantara dan belahan dunia internasional.
Pertunjukan “Hikayat Ampenan” siap digelar pada 16 Mei 2025, pukul 20.00 Wita. Karya yang digagas dan disutradarai oleh seniman asal Mataram, Syamsul Fajri Nurawat, ini mengusung konsep site specific theater atau teater situs spesifik, yang menjadikan lokasi-lokasi bersejarah sebagai bagian dari panggung pertunjukan.
Pertunjukan “Hikayat Ampenan” tidak hanya menawarkan pengalaman artistik yang imersif, tetapi juga membawa penonton pada perjalanan reflektif mengenai sejarah dan warisan budaya Kota Tua Ampenan. “Lewat narasi tentang kelahiran dan kejayaan Ampenan sebagai pelabuhan utama Indonesia Timur, karya ini bertujuan membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya merawat identitas dan budaya lokal,” kata Syamsul Fajri saat konferensi pers di Taman Budaya NTB, Kamis (15/5/2025).
Syamsul Fajri menjelaskan, “Hikayat Ampenan” memiliki beberapa misi utama, seperti menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda Lombok, mengkampanyekan pelestarian Kota Tua Ampenan sebagai cagar budaya, serta menyampaikan pesan tentang pentingnya toleransi dan kemajemukan etnis di Pulau Lombok. Selain itu, karya ini juga diharapkan dapat mendorong pengembangan Ampenan sebagai destinasi wisata budaya dan pusat studi kemaritiman di Mataram.
Mengadopsi konsep promenade theater atau teater berpindah, pertunjukan ini akan digelar estafet di tiga lokasi berbeda. Pertama, Auditorium Samalas Museum Provinsi NTB, di lokasi ini segmen Lecture Performance yang memadukan narasi sejarah dan pertunjukan berbasis ceramah. Kedua, Gedung Ekraf Taman Jangkar Ampenan, di lokasi ini Segmen Sound Art and Visual Performance yang menggabungkan seni suara dan visual kontemporer. Ketiga, Teater Arena Terbuka Taman Budaya NTB, di lokasi ini Segmen Eksperimental Teater Berbasis Ketubuhan dengan pendekatan ekspresi tubuh yang mendalam.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara sejumlah komunitas seni di Pulau Lombok, seperti SFNlabs, Art of Distraction, Teater Rumah Kapuk, serta satu seniman asal Chili. Dukungan juga datang dari Taman Budaya NTB, Museum Provinsi NTB, Dinas Pariwisata Kota Mataram, Explore Lombok, Karang Taruna Satu Sampan Ampenan, dan Classic Sound and Entertainment.
Menjadi salah satu dari sedikit karya yang berhasil lolos seleksi program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, “Hikayat Ampenan” mendapat pendanaan penuh dari Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif.
Dengan pendekatan artistik yang unik dan sarat makna, “Hikayat Ampenan” diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal dan menjadikan Kota Tua Ampenan sebagai pusat kebudayaan maritim yang hidup dan relevan di masa kini. (r)

