Mataram (Inside Lombok) – Seluruh kelompok terbang (kloter) jemaah calon haji embarkasi Lombok sudah diberangkatkan. Jumlah jemaah calon haji yang kategori risiko tinggi (risti) cukup banyak dan menjadi perhatian para pendamping.
Tim PHD Kloter 12, Mega Lestari mengatakan dari 200 jemaah yang diberangkatkan pada kloter 12 ini, sebanyak 79 orang masuk kategori risti. Termasuk yang menggunakan kursi roda sebanyak tiga orang jemaah dan yang mengidap demensia sebanyak dua orang.
“Jadi ini tantangan di kloter 12 ini, tapi mudah-mudahan saya bersama kawan petugas diberikan kelancaran oleh Allah SWT untuk para tamu Allah SWT ini selama berada di Tanah Suci,” katanya, Jumat (16/5) malam.
Ia mengatakan, selain itu karakter para jemaah juga menjadi tantangan petugas. Karena di kloter 12 merupakan gabungan dari beberapa kabupaten kota di NTB. Seperti Lombok Barat, Mataram, Sumbawa hingga Dompu. “Ini tergabung berbagai macam suku. Makanya tadi dikatakan kalau kloter campuran ini merupakan kloter Sasambo,” ungkapnya.
Sebagai kloter terakhir, para jemaah nantinya akan langsung ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah hingga pelaksanaan puncak haji. Setelah semua ibadah wajib selesai, baru ke Madinah untuk melaksanakan ibadah sunnah lainnya. “Kita ini kloter 12 termasuk gelombang kedua. Jadi kita ini langsung ke Jeddah dulu, Mekkah dan baru nanti pulangnya lewat Madinah,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB ini.
Dikatakan Mega, yang menjadi perhatian adalah kondisi cuaca yang cukup tinggi mencapai 47 derajat celcius. Ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan jemaah dipastikan terpenuhi agar tidak mengalami gangguan kesehatan.
“Cairan kita semua yang melakukan ibadah haji itu benar-benar terisi. Kan biasanya kita dianjurkan untuk minum 2 liter sehari dan semoga ini bisa diterapkan agar tidak mengalami dehidrasi,” katanya.
Petugas juga mengingatkan para jemaah untuk mengurangi ibadah sunnah sebelum puncak haji. Sehingga pada saat puncak haji, kondisi kesehatan jemaah masih tetap stabil dan bisa melaksanakan ibadah dengan maksimal. “Ibadah juga harus menjaga kondisi kesehatan juga,” tutupnya. (azm)

