25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramPembentukan Koperasi Merah Putih, Pemkot Prioritaskan Konversi yang Sudah Ada

Pembentukan Koperasi Merah Putih, Pemkot Prioritaskan Konversi yang Sudah Ada

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kota Mataram sudah aktif melakukan sosialisasi program koperasi merah putih. Tahap awal ini, pemkot memprioritaskan koperasi yang sudah ada untuk dikonversi ke program baru tersebut.

“Saya lebih prioritaskan kepada komunitas yang sudah ada. Karena emosionalnya lebih dekat,” kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Kota Mataram, Muhammad Ramdhani.

Ia mengatakan sosialisasi yang sudah dilakukan salah satunya di Kecamatan Sekarbela. Pemilihan lokasi ini karena sudah ada koperasi nelayan sehingga lebih mudah untuk dikonversikan. “Kenapa kita prioritaskan Sekarbela karena disana itu sudah ada koperasi nelayan, sudah ada pokdarwis. Mereka sudah sangat antusias membentuk koperasi merah putih,” katanya.

Ia menilai, koperasi yang sudah lama terbentuk di tengah masyarakat di Sekarbela, maka bisa lebih mudah bertransformasi ke koperasi merah putih. Proses konversi ini tidak terlalu lama yaitu hanya mengubah nama, kukuhkan pengurus yang sudah ada dan akta notaris. “Kami dari pemerintah daerah ini memastikan biaya akta notarisnya,” katanya.

Ia mengatakan, biaya akta notaris ini nantinya akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Sosialisasi sudah dilakukan di beberapa kecamatan. Selain Sekarbela, Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM juga sudah mengumpulkan warga di Selaparang.

Sosialisasi yang sudah dilakukan lebih difokuskan ke koperasi yang sudah terbentuk. Hal ini untuk mempermudah mewujudkan koperasi merah putih yang diprogramkan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Kalau yang sudah terbentuk in ikan mereka sudah saling kenal. Dan sudah dibina juga melalui OPD lainnya. Misalnya ada koperasi tani, koperasi nelayan. Dan ini tinggal ditransformasi ke koperasi merah putih saja,” katanya.

Dampak positif lainnya konversi koperasi yang sudah ada ini yaitu lebih menjamin keberlangsungannya. “Kami lebih percaya itu daripada komunitas yang tiba-tiba dibentuk. Tidak saling kenal dan tidak tahu orientasinya kemana gitu,” katanya.

Berdasarkan instruksi pemerintah pusat, koperasi merah putih minimal ada di masing-masing ada di masing-masing kelurahan. Di Kota Mataram memiliki 50 kelurahan sehingga ditargetkan ada 50 koperasi terbentuk.

“Jadi minimal ada 50. Tapi kemarin saya sudah diskusi pak wali dan sampaikan teknis minimal di masing-masing kecamatan itu ada dua atau tiga saja dulu. Karena yang penting kita berikan perhatian,” tegasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer