Lombok Barat (Inside Lombok) – Seorang bocah berusia 7 tahun di Lembar Selatan, Lombok Barat (Lobar) mengalami luka robek serius pada bagian punggungnya setelah diserang monyet liar pada Sabtu (31/05/2025) petang. Korban pun segera dibawa ke Puskesmas Jakem untuk mendapatkan penanganan medis, guna mengantisipasi risiko penularan penyakit rabies yang bisa dibawa oleh gigitan hewan liar.
Insiden nahas ini dilaporkan terjadi ketika korban tengah mencuci tangan di luar rumah, usai makan bersama sang ibu sekitar pukul 18.00 Wita. Tanpa diduga, seekor monyet liar tiba-tiba melompat dari perbukitan di belakang rumahnya dan langsung menyerang korban.
Berdasarkan keterangan petugas medis, luka robek di punggung korban memerlukan tiga jahitan. Sebagai langkah pencegahan lanjutan, korban pun juga telah diberi vaksin rabies di RSUD Tripat Gerung.
“Setelah menerima laporan, personel kami langsung bergerak cepat untuk membantu keluarga korban dan memastikan penanganan medis yang terbaik,” ungkap Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, Minggu (01/06/2025).
Pihaknya pun telah berkoordinasi dan melaporkannya ke dinas terkait untuk mengupayakan pengendalian hewan liar yang dikhawatirkan kembali menyerang pemukiman warga tersebut. “Kami juga membantu keluarga korban dalam menerbitkan surat keterangan terkait serangan ini di rumah sakit. Agar segera mendapat penanganan serius dari pihak berwenang,” tuturnya.
Menyikapi insiden ini, personel piket Polsek Lembar turut memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan, terkait pentingnya untuk selalu mengawasi keluarga mereka, terutama anak-anak. Agar terhindar dari gigitan hewan liar jenis monyet. Terlebih area perbukitan dinilai seringkali menjadi habitat bagi satwa liar, sehingga peningkatan kewaspadaan sangat diperlukan.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di area yang berdekatan dengan habitat monyet,” tegas Joko. Selain itu, pihaknya juga berpesan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan. Supaya tidak menarik perhatian hewan liar untuk merangsek ke pemukiman mereka.
“Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan potensi bahaya interaksi dengan satwa liar. Dengan kewaspadaan dan penanganan yang tepat, kami harapkan kasus serupa dapat diminimalisir di masa mendatang,” pungkasnya. (yud)

