Lombok Barat (Inside Lombok) – Kegiatan Car Free Nite (CFN) yang digagas oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Barat (Lobar) dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat. Program ini pun memberikan dampak positif dalam menghidupkan kembali Kota Gerung sebagai pusat kegiatan dan ibu kota kabupaten.
Tingginya animo masyarakat terlihat dari semakin ramainya pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk rekreasi bersama keluarga, berolahraga, hingga menikmati beragam hiburan dan berburu berbagai macam kuliner, yang turut membawa angin segar bagi para pelaku UMKM. Tidak hanya menjadi pusat rekreasi baru, CFN juga dimanfaatkan sebagai ajang kreativitas bagi para pemuda dan seniman lokal lewat berbagai pertunjukan musik, tari, dan seni pertunjukan lainnya turut memeriahkan suasana.
Wakil Bupati Lobar, Nurul Adha menyampaikan apresiasinya atas antusias masyarakat dan para pelaku UMKM yang turut memeriahkan kegiatan ini. CFN pun sekaligus menjadi wadah bagi para generasi muda untuk mengekspresikan diri dan berkarya di ruang publik.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Mari kita syukuri bersama, kita bangun kekokohan Lombok Barat dan hadirkan kesejahteraan untuk semua,” ujar Ummi Nurul akhir pekan kemarin.
Dari lokasi yang sama, Direktur RS Awet Muda Narmada, Erick Gunawan, selaku pihak yang mengakomodir jalannya CFN pekan lalu memberikan tanggapan positif terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kegiatan Car Free Nite dan Car Free Day yang sekarang lagi trending di Lombok Barat menurut saya luar biasa. Tumben mungkin ya keramaian di Kota Gerung seperti minggu-minggu terakhir ini,” ujarnya.
Ia sangat berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang spontan dijalani oleh masyarakat. “Namun, kita juga harus lebih tertib, terutama soal sampah. Perlu lebih banyak tempat sampah di sepanjang jalan Soekarno-Hatta, karena itu masih menjadi tantangan utama,” pesannya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, CFN diharapkan terus menjadi momentum membangun Kota Gerung yang lebih hidup, bersih, tertib, dan produktif sebagai jantung baru Lombok Barat.
Sementara itu Kadispar Lobar, Agus Gunawan mengatakan bahwa CFN menjadi bentuk bangkitnya semangat kolaborasi dan gotong royong antar OPD di Lobar untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. “Sesuai harapan Pak Bupati dan Ibu Wabup sebagai penggagas CFN ini, bahwa CFN dihajatkan sebagai wadah pembinaan dan pelestarian nilai-nilai seni budaya. Terutama bagi pelajar, sanggar seni budaya, lembaga adat, dan komunitas seni budaya lainnya,” terangnya.
CFN ini juga disebutnya sebagai wadah tumbuhnya ekonomi kreatif, serta ajang silaturahmi antara pemerintah dengan masyarakat. Sehingga penyelenggaraan CFN akan terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya sampai dengan rampungnya pembangunan Alun-Alun Kota Gerung, yang ditargetkan bisa dimulai tahun ini. “Mari kita jaga CFN dengan semangat ketertiban, keamanan, kebersihan, dan silaturahmi antara Pemda dan masyarakat,” pungkasnya.
Dampak positif CFN ini dirasakan langsung Ayumi, salah satu pedagang di area CFN. Ibu yang sehari-hari berjualan di kawasan pusat pemerintahan Lobar ini mengaku mendapatkan keuntungan berkali lipat sejak berjualan di area CFN. “Alhamdulillah bisa dua kali lipat,” kata Ayumi disela-sela berjualan.
Hal senada juga diutarakan oleh Supiani, pedagang sate bulayak asal Narmada juga merasakan manisnya berjualan di sana. “Minggu kemarin Alhamdulillah habis. Sekarang kita bawa porsi lebih banyak lagi, ini sekitar 80 porsi dan sudah tinggal sedikit,” pungkasnya sembari memanggang sate. (yud)

