27.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaLombok UtaraCegah Penumpukan Wisatawan di Bangsal, Dispar KLU Tunggu Pengaturan Pola Easy Book

Cegah Penumpukan Wisatawan di Bangsal, Dispar KLU Tunggu Pengaturan Pola Easy Book

Lombok Utara (Inside Lombok) – Jelang musim liburan yang puncaknya di Juli dan Agustus, Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya meningkatkan kenyamanan wisatawan yang ingin menikmati Tiga Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Sistem tiket penyeberangan baru yang terintegrasi dengan platform Easy Book diharapkan dapat mengatasi potensi penumpukan penumpang.

Sebelumnya, Pemda KLU menjalin kerjasama dengan PT. Easybook Teknologi Indonesia, dengan maksud untuk pemungutan retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata dan olahraga di kawasan wisata Tiga Gili secara online bagi wisatawan. Kerja sama dengan Easy Book bertujuan untuk menciptakan pola penyeberangan yang lebih efisien.

“Kami sudah bekerja sama dengan Easy Book, jadi konsekuensinya Easy Book mencari pola supaya tidak ada penumpukan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, Selasa (3/6).

Ia menambahkan bahwa pihak Easy Book berencana untuk berkoordinasi dengan Koperasi Karya Bahari agar tiket penyeberangan dapat langsung diintegrasikan. Namun, diakui belum menindaklanjuti lebih jauh bagaimana kelanjutan implementasi rencana tersebut. Meski di awal implementasinya masih menimbulkan sejumlah pertanyaan dari wisatawan.

“Karena kan sesuatu yang baru, mereka butuh sosialisasi juga untuk mencari pola tepat terkait dengan itu. Daripada kita tidak melakukan sesuatu tidak ada salahnya kita menerapkan. Apalagi di Bangsal belum ada sama sekali pungutan terkait itu (tiket penyeberangan, Red), sementara ini bukan hal baru sebenarnya,” jelasnya.

Saat ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Tiga Gili masih berada di angka 2.100 hingga 2.300 orang per hari. Angka ini diprediksi akan meningkat signifikan saat memasuki high season di pertengahan tahun nanti, ketika liburan panjang wisatawan mancanegara tiba. Sedangkan, untuk pasarnya tiga Gili adalah wisatawan internasional, namun diharapkan pasar lokal bisa lebih digarap. “Bukan hanya one day trip saja, dari darat kemudian snorkeling atau diving kemudian balik, kita harapkan mereka menginap di darat,” imbuhnya.

Hal ini menunjukkan fokus Dinas Pariwisata untuk mendorong wisatawan agar tidak hanya menikmati Gili dalam sehari, melainkan juga menjelajahi keindahan Lombok Utara secara keseluruhan dan menginap lebih lama, yang tentunya akan berdampak positif pada perekonomian lokal.

“Dengan segala upaya penataan ini, Lombok Utara optimis dapat memberikan pengalaman liburan yang lebih baik dan lancar bagi seluruh pengunjungnya, baik dari dalam maupun luar negeri,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer