30.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaLombok BaratTak Ingin Ada Keluarga Kaya Dapat PKH, Dinsos Lobar Hendak Lakukan Pendataan...

Tak Ingin Ada Keluarga Kaya Dapat PKH, Dinsos Lobar Hendak Lakukan Pendataan Ulang

Lombok Barat (Inside Lombok) – Setelah menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Lalu Winengan ingin data para penerima program Keluarga Harapan (PKH) di Lombok Barat (Lobar) lebih tepat sasaran. Pendataan ulang pun rencananya akan dilakukan untuk memaksimalkan program tersebut.

Mantan Kadis PU-TR ini dengan tegas mengatakan masyarakat Lobar yang tergolong mampu atau keluarga kaya tidak berhak untuk mendapat bantuan PKH. “PKH kalau ada yang kaya jangan kasih. Tidak boleh,” tegas Winengan di hadapan masyarakat, saat memberikan bansos kepada warga kurang mampu di kantor Camat Lembar, Senin (02/06/2025) kemarin.

Dirinya memastikan jajarannya akan kembali melakukan pendataan secara menyeluruh. Guna dapat benar-benar memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran dan bantuan yang diberikan benar-benar diperoleh oleh warga yang membutuhkan.

“Akan dilakukan pendataan sebenar-benarnya. Kalau ada keluarga kaya yang dapat, kami akan pasang label ‘Penerima PKH’ di rumahnya besar-besar. Itu (PKH, Red) harus diberikan kepada yang berhak,” paparnya.

Menurut dia, di bawah kepemimpinan Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wabup Nurul Adha masyarakat Lobar tidak boleh susah. Untuk itulah diperlukan penyaluran bantuan yang tepat sasaran, dan bagi keluarga yang kurang mampu harus diusahakan.

“Kita tidak boleh pilih kasih, tidak boleh pula tebang pilih. Tidak ada istilah keluarga pejabat A atau keluarga si B. Misal ada keluarga Camat yang dapat, kita tulis keluarga Camat, atau keluarga Kades kita tulis keluarga Kades,” jelas pria berkepala plontos ini.

Selain itu, kata dia, saat ini Pemda Lobar melalui Dinas Sosial Lobar telah menjalankan program berupa pemberian makanan bagi Lansia dan disabilitas. Program itu sendiri sudah berjalan sejak dua tahun lalu dan menyasar 9 dari 10 kecamatan yang ada di Lobar. “Sekotong yang belum tersentuh. Karena tidak ada Pokmas yang melaporkan. Namun ke depan harus dibuatkan,” ungkapnya.

Di mana program pemberian makanan kepada Lansia dan disabilitas tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang sudah berusia di atas 70 tahun. Begitu pun dengan Lansia yang tergolong tunggal, atau di Kartu Keluarga (KK) hanya sendiri dan tidak ada yang mengurus, yang juga disebutnya menjadi sasaran.

“Itu pula yang akan kami data kembali. Selanjutnya kami akan kembali laporkan ke Menteri Sosial RI. Kami sudah bertemu dan menyampaikan hal ini ke Pak Menteri, namun kami akan kembali laporkan dengan data terbaru,” pungkasnya.

Program ini pun diakui Winengan sejalan dengan program Bupati dan Wabup Lobar, yakni Sejahtera Dari Desa. Dalam laporan kegiatan pemberian bantuan atensi tahun 2025, Dinsos Lobar telah menyalurkan bantuan kepada para Penerima Manfaat (PM) di 10 kecamatan yang ada di Lobar. Yang diawali di 4 kecamatan, yakni Kecamatan Kuripan, Kediri, Gerung, dan Labuapi sebanyak 80 PM. Kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Sekotong dan Lembar sebanyak 39 PM, Batu Layar dan Gunungsari sebanyak 12 PM. Dan terakhir untuk wilayah Narmada dan Lingsar sebanyak 37 PM. Sehingga total keseluruhan Penerima Manfaat di Lobar mencapai 175 keluarga. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer