Lombok Barat (Inside Lombok) – Tobel, nama sapi berjenis simmental milik peternak asal Dasan Geres, Gerung dibeli oleh Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menjadi salah satu hewan yang akan dikurbankan di NTB pada Iduladha 2025 ini. Sang pemilik sapi, Atang menuturkan bahwa sapi jantan yang berbobot 1 ton 28 kilogram miliknya ini telah menjadi juara pertama dalam proses seleksi hewan kurban.
Sebelumnya proses seleksi digelar secara ketat oleh tim dari pemerintah provinsi dan pusat, sehingga sapi jantan yang berusia sekitar 3 tahunan ini disebutnya menjadi yang paling besar dan berat di NTB tahun ini. “Tahun ini kandang Nuansa Farm kami kembali mendapat kepercayaan. Sapi kami masuk urutan pertama dalam seleksi dan mewakili NTB untuk hewan kurban Presiden,” ungkap Atang Setyanoro saat ditemui di kandang miliknya belum lama ini.
Dia mengakui kompetisi antarpeternak di NTB, agar hewan ternaknya bisa dipilih menjadi hewan kurban Presiden itu sangat lah ketat. Kata dia, banyak sapi besar datang dari Kabupaten lain seperti Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan juga wilayah Lombok Barat yang lainnya. Namun Tobel tetap unggul dari segi berat, kesehatan, dan usia ideal.
Karena untuk aspek kesehatan, Atang menegaskan bahwa sapi-sapi di kandangnya telah melalui pemeriksaan rutin oleh Dinas Peternakan, minimal satu bulan sekali. “Alhamdulillah untuk kesehatan, sapi-sapi kami memang selalu dicek berkala. Jadi siap ketika dibutuhkan,” jelasnya.
Harga sapi kurban Tobel ini pun telah disepakati di angka Rp130 juta dan telah dibayar lunas oleh pihak Istana. Yang rencananya, Tobel ini akan disembelih di Masjid Jamiq Praya, Lombok Tengah, pada momen Iduladha 1446 hijriah mendatang. Di mana total kurang lebih sekitar 11 ekor sapi kurban yang dibeli Presiden dan akan disumbangkan ke seluruh Kabupaten/Kota di NTB.
Menurut Atang, adanya hewan kurban Presiden yang disumbangkan ke daerah, tidak hanya menjadi simbol perhatian dari Pemimpin Negara. Tetapi juga dinilainya menjadi kebanggaan tersendiri bagi para peternak lokal. “Ini menunjukkan bahwa kualitas peternakan di NTB, khususnya Lombok Barat, kini juga semakin diakui di tingkat nasional,” pungkasnya. (yud)

