Mataram (Inside Lombok) – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus pastikan pasokan energi wilayah NTB, baik BBM maupun elpiji dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama jelang perayaan Iduladha 1446 Hijriah. Pada momen perayaan Iduladha, produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan, selama perayaan Iduladha 2025, stok BBM dan elpiji dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan elpiji berjalan lancar.
“Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, terutama pada saat libur panjang atau peristiwa khusus, seperti perayaan Iduladha ini,” ujarnya.
Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan elpiji sesuai peruntukannya, dimana elpiji 3 Kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan elpiji Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama elpiji,” imbuhnya.
Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM. Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah menyiapkan penyaluran fakultatif lebih dari 107 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 160.120 tabung untuk seluruh wilayah NTB. “Kami harapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama perayaan Iduladha sehingga perayaan dapat berjalan penuh berkah dan suka cita,” ucapnya.
Selain itu, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.
“Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (dpi)

