Mataram (Inside Lombok) – Masyarakat di Lingkungan Pagesangan Timur mengutarakan sejumlah persoalan, mulai dari masalah lowongan pekerjaan bagi lulusan SMK, persoalan pekerja migran, hingga kebutuhan untuk sistem pembiayaan dari pemerintah daerah yang bisa membantu masyarakat. Hal itu disampaikan kepada Anggota DPRD NTB, H. Didi Sumardi yang sedang melakukan reses.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD NTB Dapil 1 Kota Mataram ini meminta kepada lingkungan untuk mendata lulusan SMK. Data tersebut nantinya diajukan untuk dicarikan solusi dan pekerjaan sesuai dengan keterampilannya.
Menurutnya, ada respon positif dari warga yang sudah mulai mempersiapkan anak-anaknya untuk menjadi PMI. Dalam kesempatan tersebut, H. Didi Sumardi meminta agar para orang tua mempersiapkan keterampilan anak-anaknya. “Lulusan SMK ini khususnya. Ini menjadi pola di kelurahan Pagesangan untuk melakukan dan mendata secara keseluruhannya dengan keterampilannya masing-masing,” ungkapnya, Rabu (4/6) sore.
Dari data jumlah anak-anak di Lingkungan Pagesangan Timur itu nantinya akan dikumpulkan untuk mengetahui kemauan para lulusan tersebut. Sebelumnya dia mengaku sudah melakukan roadshow ke SMK yang ada di Kota Mataram. Kunjungan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan SMK menyiapkan tenaga terampil.
“Kita undang dan saya berkepentingan untuk pengen tahu mereka seperti apa. Seluruh SMK saya datangi untuk mengevaluasi bagaimana SMK kita siap memback up peserta didik sehingga mereka siap bekerja di luar,” katanya.
Sementara untuk keterampilannya bekerja di luar negeri, H. Didi menyebut perlu diasah kembali, sehingga para lulusan yang bekerja di luar negeri memiliki keterampilan dan bisa bekerja di tempat yang lebih baik.
Terkait pembiayaan yang dikeluhkan oleh warga, saat ini DPRD NTB sedang mengatur cara agar bisa didanai oleh daerah melalui lembaga yang dibentuk. Dalam ini sudah ada bank daerah yaitu Bank NTB Syariah. “Yang jelas memudahkan dan harus ada subsidi bagi mereka. Paling tidak jika tidak bisa memberikan dalam persentase tertentu tidak dibebankan bunga dan pengembalian bisa cicil sesuai dengan kesepakatan,” katanya. (azm)

