25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratWarga Buwun Sejati yang Diduga Dibunuh di Malaysia Hendak Pulang Cuti Menikah

Warga Buwun Sejati yang Diduga Dibunuh di Malaysia Hendak Pulang Cuti Menikah

Lombok Barat (Inside Lombok) – Nasib pilu menimpa Sahri Ramdan, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Narmada yang berniat hendak pulang cuti untuk menikah. Nahas, dia ditemukan meninggal dengan luka tusuk pada bagian dada di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Paloh, Distrik Kluang, Johor, Malaysia.

Asini, ibu korban menuturkan sebelum anaknya ditemukan meninggal dirinya sempat berkomunikasi melalui video call pada Jumat (06/06) siang selepas salat Iduladha. “Dia video call cerita-cerita, izin sama saya kalau mau pulang nikah. Dia tanya kabar kita, dia tanyain semua pamannya, keponakannya sudah datang silaturahmi apa belum,” tuturnya, saat ditemui di rumah duka, Selasa (10/06/2025).

Asini pun tak pernah menyangka jika itu adalah komunikasi terakhirnya dengan putra tercintanya. Karena setelah dirinya berusaha untuk menghubungi lagi ketika sore dan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari Sabtu, namun nomor HP almarhum sudah tidak lagi aktif. “Dia anaknya baik, teman-temannya semua mengakui kebaikannya karena dia tidak pernah kelahi dan musuhan. Dia tetep baik sama semuanya, dari rumah sampai dia di Malaysia,” ungkapnya.

Pemuda yang akrab disapa Don itu pun diakui berhasil menjadi tulang punggung keluarga dan meringankan beban orang tua. “Dia bertanggungjawab, sudah jadi tulang punggung keluarga. Dia yang bantu-bantu kita, karena kita gak punya apa-apa, hutan gak punya, sawah gak punya,” imbuhnya.

Dari hasil kerja keras dan jerih payahnya di dunia rantauan, almarhum kini sudah berhasil membangun rumah. Namun sayang tak sempat ditempati sebelum berpulang, dan kini rumah tersebut lah yang menjadi peninggalan terakhir almarhum untuk keluarganya. “Perginya yang pertama ke Malaysia, dia bikin rumah yang ini tapi belum jadi. Nah, perginya kedua kali baru dia jadikan rumah ini. Belum dia tempatin rumah ini,” pungkasnya lirih.

Keluarga korban pun meminta kejelasan terkait penyebab pasti kematian almarhum, dan pelaku bisa dihukum setimpal atas perbuatannya. Ayah almarhum, Jumanti mengaku informasi awal yang diterima keluarga kala itu masih simpang siur. Awalnya korban dikatakan meninggal akibat diseruduk kerbau. Namun setelah pihak keluarga melihat foto kondisi korban saat berada di rumah sakit, muncul kecurigaan dugaan pembunuhan.

“Ada yang mengirimkan fotonya ada luka tusuk di bagian dada kanan dan sekitar paha. Ada yang bilang ditabrak kerbau, tapi kalau ditabrak kerbau kan gak mungkin dia luka cuma di dada, tapi bisa aja badannya remuk,” bebernya.

Akibat simpang siurnya informasi penyebab kematian korban, keluarga pun meminta adanya keadilan dari aparat penegak hukum setempat. Bahkan, dari informasi yang diterima keluarga bahwa seluruh teman kerja korban sudah dimintai keterangan dan diinterogasi oleh kepolisian Malaysia.

“Harapan kita ya ini harus diusut sampai tuntas. Karena saya paham betul sama anak saya ini, kalau ada temannya kelahi saja dia menghindar. Dia gak suka cari masalah,” pungkasnya.

Dilansir dari BBC.com bahwa lima orang teman almarhum yang dikabarkan terkahir kali bersama dengannya saat mencari ayam hutan pada malam kejadian, kini tengah ditahan selama tujuh hari, sejak Minggu (08/06) untuk proses penyelidikan oleh kepolisian setempat. Mereka disebut akan disangkakan dengan pasal 302 KUHP Malaysia, terkait dengan pembunuhan. Yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati. “Informasinya sih sudah ketangkap semua (terduga pelaku) yang lima orang temannya pergi malam itu,” tutup Jumanti. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer