24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaMuncul Isu Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina Tambah Pasokan

Muncul Isu Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Pertamina Tambah Pasokan

Mataram (Inside Lombok) – Beberapa hari terakhir pasca hari raya Iduladha beredar isu kelangkaan elpiji di Kota Mataram dan sekitarnya, terutama elpiji 3 kg. Kelangkaan ini menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh elpiji bersubsidi. Kendati demikian Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus melalui Sales Area NTB untuk klaster Kota Mataram telah melakukan pengecekan lapangan termasuk agen dan pangkalan setempat.

Stok di pangkalan untuk Kota Mataram dan sekitarnya pun disebut masih aman, bahkan dilakukan penambahan distribusi elpiji. Pada umumnya sampai hari ini serapan masih tinggi, barang lebih cepat habis di pangkalan dibanding kondisi biasanya. Di mana ditemukan lonjakan konsumsi elpiji 3 kg di Kota Mataram dan sekitarnya ditengarai tingginya penggunaan elpiji 3 kg saat momen Iduladha pekan lalu yang bersamaan dengan libur panjang sehingga banyaknya wisatawan yang beraktifitas di Lombok.

“Sejak pekan lalu hingga pekan ini juga sedang banyak hajatan (pernikahan), kondisi ini kemudian menyebabkan masyarakat panic buying sehingga menimbulkan isu kelangkaan elpiji 3 kg,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Rabu (11/6).

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah melaksanakan penyaluran fakultatif sebagai antisipasi permintaan yang tinggi untuk elpiji 3 kg. Penyaluran fakultatif yang diberikan hingga 98 persen dari rata-rata penyaluran harian, dengan total lebih dari 20 ribu tabung. Penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran pada hari-hari tertentu salah satunya Idul Adha ini telah dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, jumlah yang diberikan juga sesuai dengan estimasi kebutuhan.

“Kondisi pembelian elpiji 3 kg dengan rangkaian perayaan hingga saat ini terjadi dalam jumlah cukup banyak diatas kebutuhan normal rumah tangga, sementara pembelian oleh pengecer dibatasi oleh pangkalan sesuai aturan yakni 10% dari alokasi pangkalan,” bebernya.

Di sisi lain, pangkalan lebih mendahulukan pembelian ke konsumen langsung dibandingkan kepada pengecer. Atas kondisi ini, pihaknya telah menambahkan alternatif dengan rencana penyaluran ekstra dropping. Agar situasi tetap kondusif.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk dapat melakukan pembelian sesuai peruntukan karena nyatanya masih banyak terdapat penggunaan elpiji 3 kg yang tidak tepat sasaran di konsumen pengguna seperti Horeka dan peternakan. Koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan sebagai upaya penyaluran elpiji bersubsidi 3 kg agar tepat sasaran,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer