Lombok Barat (Inside Lombok) – Akibat semakin semrawutnya pengelolaan sampah di Lombok Barat (Lobar) belakangan ini, menyebabkan terjadinya penumpukan di berbagai titik. Kondisi TPAR Kebon Kongok yang sudah over-kapasitas pun memperparah situasi ini.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, Lalu Najamudin mengatakan jadwal pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok saat ini sudah ditambah. Dari yang awalnya hanya boleh satu rit, menjadi dua rit per hari. Tujuannya untuk mengurangi penumpukan sampah di masing-masing daerah.
“Sudah ada SK Pak Gubernur tentang darurat sampah ini. Kami sudah tindaklanjuti begitu keluar dari Gubernur, kita buat darurat sampah bulan Mei lalu. Memang benar tidak kita tutup-tutupi,” beber Najamudin, saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu.
Diakuinya, memang terjadi penumpukan sampah di beberapa tempat yang sekarang tengah menjadi atensi pihaknya. Seperti tumpukan sampah di Pasar Gunungsari yang sudah mulai diangkut selama tiga hari, sejak Sabtu, Minggu dan Senin. Kemudian, bergeser ke Pasar Jerneng Labuapi. Selanjutnya, sampah di Pasar Keru kecamatan Narmada juga. Karena ramainya masyarakat yang mengeluhkan dan meminta adanya penanganan. “Ini segera kita tindaklanjuti. Memang beberapa hari lalu keterbatasan angkutan, hanya satu rit yang bisa masuk ke Kebon Kongok,” tuturnya.
Setelah adanya kegiatan hari lingkungan hidup sedunia yang diperingati di TPA Kebon Kongok beberapa waktu lalu, di sana lah disepakati adanya tambahan jadwal rit pengangkutan. Sehingga ini diharapkan bisa menjadi solusi sementara untuk mengurai tumpukan sampah yang sudah semakin tak terkendali.
Belum lagi penumpukkan di beberapa titik seperti pasar Gerung, pasar Narmada dan TPS Kediri, yang belum tertangani. “Karena penumpukan itu terjadi karena satu rit saja kita bisa masukkan ke TPA,” imbuhnya.
Sehingga dengan adanya rencana skema sewa lahan secara patungan antara Pemprov NTB, Pemda Lobar dan Pemkot Mataram untuk lahan pembuangan sampah sementara karena overloadnya TPA Kebon Kongok itu kini diakuinya tengah dalam proses persiapan. “Kita sudah siapkan anggaran Rp500 juta untuk sewa lahan. Ini sementara,” pungkasnya. (yud)

