Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 393 jemaah haji bersama petugas kloter 3 asal Kota Mataram sudah berkumpul bersama keluarga pada Sabtu (14/6) akhir pekan kemarin. Dari ratusan jemaah haji yang dipulangkan, sebanyak dua orang dirujuk ke RSUD Provinsi NTB salah satunya karena infeksi paru-paru.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan pasca pemulangan Jemaah haji, pemantauan kesehatan dilakukan selama 21 kedepan. Kunjungan pada Senin (16/6) pagi ini, kepada beberapa jemaah di Kota Mataram. Karena pemantauan kesehatan ini tidak hanya dengan mengunjungi rumah masing-masing Jemaah melainkan juga bisa melalui via online.
“Pemantauan kesehatan jemaah haji pasca kepulangan selama 21 hari dengan cara : Selain kunjungan rumah, jemaah haji bisa menyampaikan kondisi kesehatannya kepada puskesmas telpon atau WA,” katanya Senin (16/6) pagi.
Ia menyebutkan, data sementara dari jemaah yang sudah diperiksa sebanyak dua orang yang dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Dua orang jemaah tersebut karena vertigo dan infeksi paru-paru. “Ada 2 orang kita rujuk ke RSUP NTB karena ada vertigo dan diduga infeksi paru-paru,” ungkapnya.
Dinas Kesehatan Kota Mataram menyarankan kepada para jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga untuk perbanyak istirahat. Jika ada gejala batuk-batuk untuk tetap menggunakan masker.
“Perbanyak istirahat, sementara pakai masker bagi yg ada gejala batuk-batuk, perbanyak minum air putih dan makan sayur buah, periksakan kesehatan kalau ada gejala penyakit yang dirasakan,” katanya.
Emirald menambahkan pemeriksaan langsung ini hanya dilakukan beberapa rumah jemaah saja. Namun jika merasakan gejala setelah pulang dari Tanah Suci, disarankan untuk datang ke puskesmas. Karena sebelum berkumpul bersama keluarga, petugas kesehatan juga sudah memeriksa para jemaah pada saat di Asrama Haji Embarkasi Lombok.
“Kita sarankan ke puskesmas kalau ada gejala. Karena saat kedatangan kita sudah periksa kesehatannya di Asrama Haji,” katanya. Penyakit yang diantisipasi ketika pemulangan Jemaah haji adalah infeksi saluran pernafasan. “Penyakit saluran nafas,” tutupnya. (azm)

