25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratTabung Gas Melon Dikeluhkan Langka, Sidak Disperindag Stok dan Distribusi Masih Aman

Tabung Gas Melon Dikeluhkan Langka, Sidak Disperindag Stok dan Distribusi Masih Aman

Lombok Barat (Inside Lombok) – Gas elpiji subsidi 3 kilogram (kg) banyak dikeluhkan langka oleh masyarakat dan para pelaku UMKM, salah satunya di Lombok Barat (Lobar). Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat pun telah turun sidak ke beberapa SPPBE yang ada di wilayahnya. Hasilnya, ditemukan justru ketersediaan dan distribusi gas melon tersebut sejauh ini masih aman.

“Dari hasil pemantauan dan sidak yang sudah dilaksanakan oleh tim kami, stok gas elpiji 3 kg masih aman dan terpantau normal. Dan tidak di temukan hambatan dalam pendistribusian dari SPPBE ke agen, serta agen ke pangkalan,” terang Kabid Perdagangan Disperindag Lobar, Marlina saat dimintai keterangan, Senin (16/06/2025).

Diakuinya sidak ini dilakukan sebagai respon cepat terhadap keluhan masyarakat akhir-akhir ini. Pihaknya tengah berupaya menjamin ketersediaan dan distribusi yang merata hingga wilayah terpencil dan rentan, serta agar pendistribusiannya juga tepat sasaran. “Kami berupaya menindaklanjuti laporan warga dan media terkait kondisi ini,” imbuh perempuan berhijab ini.

Marlina pun menjabarkan hasil pemantauan yang dilakukan oleh timnya. Pertama, pemantauan di SPPBE PT. Om Agus, Lembar terpantau bahwa stok ketersediaan gas elpiji 3 kg masih normal. “Malah ditambah stoknya dari pertamina untuk SPPBE PT. Om Agus sebelum perayaan Iduladha sebesar 13.000 ton atau 80 persen selama libur hari raya idhuladha,” terangnya.

Sementara dari PT. Om Agus sendiri, setiap harinya ada sekitar 29 truk yang keluar mendistribusikan gas melon tersebut. Di mana satu truk bisa memuat hingga 560 tabung gas.

Selanjutnya tim Disperindag juga menyambangi SPPBE PT. Harapan Jaya Utama yang ada di Desa Keru, Narmada. Yang juga menyatakan jika stok elpiji 3 kg itu masih aman dan ditambah juga stoknya sebesar 80 persen saat libur Iduladha kemarin. Serta rata-rata truk distribusi yang keluar per hari rata-rata 12- 13 truk, dengan kapasitas muat hingga 560 Tabung.

Sehingga pihaknya menyimpulkan bahwa ketersediaan gas elpiji 3 kg dan pendistribusian dari SPPBE ke agen dan pangkalan masih aman. Namun, Marlina mengakui bahwa pihaknya akan berupaya mencari apa penyebab masyarakat kesulitan untuk memperoleh gas melon tersebut saat ini. “Kita akan turun lagi besok (Selasa, Red) biar kita tahu apa sih yang sebabkan langka. Karena kalau di distributor stoknya aman,” pungkasnya. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer