26.5 C
Mataram
Kamis, 29 Januari 2026
BerandaMataramKomisi II DPRD Kota Mataram Atensi Menjamurnya Kosan Elit

Komisi II DPRD Kota Mataram Atensi Menjamurnya Kosan Elit

Mataram (Inside Lombok) – Kos-kosan elit di Kota Mataram mulai menjamur. Kondisi ini menjadi atensi Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto lantaran ada dugaan kos-kosan itu menghindari pajak.

“Ini sepertinya kesannya hotel melati yang berkamuflase untuk menghindari pajak,” ujar Irawan, Selasa (17/6) siang. Ia mengatakan, kos-kosan tersebut standar seperti hotel melati. Artinya, tidak hanya menerima per bulan melainkan per minggu hingga harian. Padahal untuk kos-kosan masa waktu sewa minimal per bulan.

“Standarnya seperti hotel melati, tidak hanya menerima bulanan tapi juga mingguan bahkan harian. Ini yang perlu regulasinya diperjelas terkait dengan apa yang bisa dikatakan sebagai kos kosan. Termasuk juga durasi tinggal di kos kosan tersebut,” katanya.

Terkait persoalan ini, Komisi II DPRD Kota Mataram akan segera memanggil Badan Keuangan Daerah (BKD), camat dan lurah. Komisi II bersama OPD terkait akan mendalami persoalan tersebut.

“Bahkan yang dilihatnya pun ada kos kosan harian yang menyediakan kolam renang dan sejenis kafe kecil. Artinya kita mendapat masukan dulu dari berbagai pihak terkait kos kosan elit dan harian ini. Karena mulai menjamur,” ungkapnya.

Ditengah kebijakan efisiensi, para pelaku perhotelan merasa kesulitan apalagi ditambah dengan menjamurnya kos-kosan elit. Kondisi akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat antar para pelaku usaha.

“Di satu sisi hotel terkena pajak 10 persen untuk PBJT nya sedangkan kos kosan elit yang hanya berbeda labelnya tidak dikenakan pajak,” ungkapnya. Hanya dengan mengubah judulnya saja dengan menamakan kos kosan. Padahal durasi dan standar sama dengan hotel melati,” terangnya.

Disisi lain, harus diperjelas juga mengenai lama tinggal, tarif dan fasilitas yang ada. Artinya ada standar yang jelas untuk kos-kosan, agar kebijakan yang diberlakukan nanti tidak memberatkan kos-kos yang lain.

“Itu yang akan diperjelas nanti mengenai durasi kos kosan, tarif dan fasilitasnya. Akan dibuatkan standarnya. Jangan sampai ini juga memberatkan kos kosan yang asli. Kos kosan yang benar-benar kos kosan. Untuk karyawan atau mahasiswa. Kita bikin spesifikasi dan kategorinya,” jelasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer